Birokrat Daerah Dominasi Kasus Korupsi di Indonesia

BINTANGNEWS.com – Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis hasil penelitian kinerja aparat penegak hukum dalam penanganan kasus korupsi di Indonesia Semester I 2016. Hasilnya, birokrat di daerah masih mendominasi praktik korupsi di Indonesia.
"Korupsi masih banyak terjadi di pemerintahan daerah, terutama di sektor pelayanan publik," kata Peneliti Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Wana Alamsyah, Minggu (28/8) di Jakarta.
Pelaku korupsi yang masuk tahap penyidikan pada semester I 2016 berdasarkan jabatan tercatat ada sebanyak 217 birokrat daerah tersangkut kasus korupsi. Kemudian disusul sebanyak 107 direktur, komisaris, konsultan, atau pegawai swasta terkena kasus korupsi.
Disusul anggota DPR/DPRD/DPD sebanyak 24 orang, direktur, pejabat, pegawai BUMN/BUMD sebanyak 14 orang, masyarakat 13 orang, kepala desa, lurah, camat, atau aparat desa sebanyak 10 orang, dan tujuh orang kepala daerah.
Cacatan ICW juga menyebutkan, selama periode 2010-2015 ada sebanyak 110 bupati yang menjadi tersangka kasus korupsi. Disusul wali kota 34 orang, wakil bupati sebanyak 16 orang, gubernur 14 orang, wakil wali kota tujuh orang, dan wakil gubernur sebanyak dua orang.(reff)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.com

Sumber: Beritasatu

Related News

No comments:

Leave a Reply