Dua Hari Arak-arakan Menyambut Tontowi/Liliyana

BINTANGNEWS.com – Menggunakan bus beratap terbuka atau Bis Bandros, para atlet peraih medali di Olimpiade di Rio de Janeiro diarak dalam parade hari kedua yang berangkat dari Kantor Kemenpora menuju Istana Negara melewati jalan-jalan protokol di Jakarta.
Dalam perjalanan menuju Istana Negara, bus terbuka yang mengangkut Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad, peraih medali emas dari nomor ganda campuran bulu tangkis, juga membawa peraih medali perak dari cabang angkat besi, yaitu Eko Yuli dan Sri Wahyuni.
Bus yang mereka naiki melewati jalur cepat yang kosong karena sudah disterilkan, sementara banyak kendaraan yang berhenti di jalur lambat. Di sekitaran Bundaran HI, salah satu lokasi utama pawai, tak banyak masyarakat yang berkumpul.
Beberapa orang yang ditemui oleh BBC Indonesia mengatakan bahwa mereka merasa bahagia karena Indonesia bisa mendapat emas.

"Sebenarnya kita bareng-bareng dari kantor, sekalian bisa melihat para pahlawan olahraga kita, lewat wajah mereka yang lagi membawa kemenangan saja sudah bikin kita bangga dan mengingatkan kita sebagai warga Indonesia masih punya harapan untuk bisa maju, kalau kita mau berusaha lebih keras lagi," kata Aditya.
"Kalau melihat negara kita, kita masih negara yang masih bayi, belum 100 tahun lalu merdeka, dan kita masih harus belajar. Mereka adalah contoh-contoh kita menjadi dewasa," ujarnya lagi pada Rebecca Henschke dari BBC Indonesia.
Warga lain yang ditemui adalah Lucia Irma, yang mengatakan, "Ini memang suatu prestasi yang luar biasa, bahwa akhirnya orang Indonesia bisa mengumandangkan Indonesia Raya di kancah internasional, jadi kami sangat bangga atas prestasi-prestasi atlet di Indonesia. Untuk saat ini cukup baik, ke depan semoga akan lebih baik lagi, menyumbang lebih banyak lagi medali."
Menurutnya, dia bersama puluhan rekan kerjanya dari Kemenpora ditempatkan di titik-titik berbeda. "Di setiap titik ada 50 orang," katanya.
Meski begitu, Lucia berharap bahwa pawai semakin ramai. "Karena ini kan euforia untuk pahlawan patriot olahraga Indonesia, jadi saya berharap masyarakat semakin ramai memberikan dukungan," ujarnya.
Saat ditanya, kenapa tak banyak masyarakat yang turun ke jalanan, Lucia menjawab, "Mungkin (karena) jam kerja."
Pada pembaca Facebook BBC Indonesia, kami menanyakan apakah mereka sempat menyambut arak-arakan para peraih medali Olimpiade.
Jojo Johan mengatakan, "nggak tuh. . . sibuk sih. . ." Sementara Auriel Dhia Afad mengatakan, "sempat min.. tapi di TV". Adapun Sri Budhianto mengatakan, "yahengga ... gw nyiapin buat nyari kerja ..."

Dan pembaca Michael Neptunus berkomentar mengenai jumlah orang yang menyambut para 'pahlawan olahraga' tersebut, "Dikit bangat hahaha".
Dalam tiga hari terakhir, sejak Minggu (21/8), tagar #ParadePahlawanOlahraga yang digunakan oleh akun Twitter resmi Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga sudah dicuitkan 67 ribu kali.(boy)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.com


Sumber: BBC

Related News

No comments:

Leave a Reply