Keterlibatan Militer di Ranah Sipil 'Semakin Kuat' di Indonesia

BINTANGNEWS.com – Setelah insiden pembubaran komunitas perpustakaan jalanan di Bandung oleh anggota TNI, seorang pengamat khawatir militer telah masuk ke ranah sipil.
Direktur lembaga hak asasi Imparsial, Al Araf, memandang pelibatan militer ke ranah sipil semakin kuat dalam beberapa tahun belakangan ini. Salah satu buktinya, sesuai catatannya, adalah sekitar 30 nota kesepahaman antara TNI dengan berbagai kementrian dan BUMN.
“Ini tentunya menjadi catatan buruk dalam demokrasi Indonesia, karena salah satu catatan dalam reformasi Indonesia ialah mengharuskan reformasi militer. Dan oleh karenanya militer tidak bisa masuk ke dalam ranah sipil terlibat dalam keamanan dalam negeri tanpa keputusan politik negara.
“Yang terjadi belakangan ini, dengan berbagai MoU dan tindakan razia seperti yang dilakukan Kodam III Siliwangi, menunjukkan kemunduran,” kata Al Araf kepada BBC Indonesia.
Dia juga menyebutkan beberapa contoh keterlibatan TNI dalam urusan nonmiliter, seperti turut mengawal penggusuran di Jakarta, berperan dalam penangkapan pelaku narkoba, maupun ikut menangkap pelaku aktivitas ilegal.
Al Araf menganjurkan agar masyarakat mendesak Presiden sebagai otoritas sipil untuk segera mengatasi persoalan ini.

Koordinasi militer dan pemda

Kekhawatiran akan masuknya militer ke ranah sipil kembali mengemuka setelah insiden pembubaran komunitas perpustakaan jalanan di Bandung oleh anggota TNI pada pekan lalu.
Ketua komunitas tersebut mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum Kota Bandung bahwa pada Sabtu (20/08) malam, TNI Kodam III Siliwangi melakukan razia klub bermotor di kawasan Cikapayang Dago.
Di tempat yang sama, anak-anak komunitas tengah menjajakan buku dan beberapa anggota TNI menghampiri komunitas itu untuk memaksa mereka membubarkan diri.
Tindakan razia itu dibenarkan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Brigjen Mohammad Sabrar Fadhilah. Menurut dia, 'penertiban' yang dilakukan anggota Kodam III Siliwangi ada kaitannya dengan situasi keamanan di Kota Bandung. yakni geng-geng motor yang dianggap meresahkan warga.
Sabrar mengatakan, Kodam III Siliwangi telah berkoordinasi dengan polisi dan pemerintah daerah.
“Kalau sudah dimintai bantuan tentu sudah ada koordinasi dengan stakeholder di sana,” ujarnya kepada BBC Indonesia.(boy)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.com

Sumber: BBC

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply