Pengusaha Kumpulkan Petunjuk Awal Dugaan Praktik Curang Dinas Bina Marga

KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Terkait bantahan H, Acep Jamhuri, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Karawang, perihal dugaan praktik curang pada pelaksanaan proses tender, sejumlah pengusaha jasa konstruksi tetap fokus mengumpulkan sejumlah petunjuk awal yang bisa dijadikan bukti permulaan untuk meyakinkan pihak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Menurutnya, bantahan yang dilontarkan Kepala DBMP tersebut merupakan upaya normatif yang pasti dilakukan oleh setiap pimpinan dalam sebuah organisasi, baik pemerintah maupun swasta.

“Kami tidak ingin berspekulasi tentang bantahan yang disampaikan oleh Acep Jamhuri selaku kepala bina marga. Karena menurut kami itu hanya upaya normatif, dan sudah biasa terjadi pada instansi mana pun,” ungkap sumber yang merupakan pengusaha jasa konstruksi asal Kabupaten Karawang, Minggu (28/8) malam.

Menurut sumber yang tidak mau disebut namanya,” saat ini sejumlah petunjuk awal yang bisa dijadikan bukti permulaan perihal dugaan praktik curang yang dilakukan oleh DBMP sudah terinventarisir. Meski belum bisa dikatakan mutlak, namun sejumlah petunjuk awal tersebut diharapkan bisa dijadikan pintu masuk oleh pihak KPPU dalam melakukan penelitian, dan penyelidikan terhadap dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat yang terjadi di Kabupaten Karawang.

“Saat ini sejumlah petunjuk seperti dokumen elektronik pelaksanaan lelang, rekaman percakapan para pihak, pengakuan sejumlah pengusaha untuk mendapatkan paket pekerjaan, dokumentasi fisik pekerjaan yang diduga sudah dikerjakan sebelum dan saat pelaksanaan lelang, serta sejumlah petunjuk lain tengah kami susun untuk disampaikan ke KPPU,’ jelas sumber.

Sumber tadi juga menambahkan, upaya yang dilakukan oleh sejumlah pengusaha jasa konstruksi yang ingin melaporkan dugaan praktik usaha tidak sehat kepada KPPU tersebut tidak lain merupakan bentuk rasa keprihatinan dan kekecewaan atas sikap sejumlah pejabat pengelola kegiatan di DBMP Kabupaten Karawang.

“Kami prihatin atas kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh dinas bina marga. Dan itu terjadi bukan tanpa sebab. Karena itu kami kecewa atas sikap sejumlah pejabat di bina marga,” pungkas sumber.

Sementara itu, Acep Jamhuri, menegaskan, tudingan tersebut tidak memiliki dasar dan tidak mungkin terjadi pada proses pelelangan yang digelar di organisasi yang ia pimpin.

“Ya nggak bisa dong, pekerjaannya saja masih dilelangkan. Jadi bagaimana bisa dikerjakan. Gak ada itu,” tegas Acep kepada BINTANGNEWS.com usai mengikuti Apel Hari Keluarga Nasional di Gedung Bupati, Kamis (25/8).


Acep menegaskan, seluruh proses pelaksanaan pengadaan jasa konstruksi yang digelar DBMP Kabupaten Karawang berjalan normatif mengikuti aturan yang ditetapkan di dalam peraturan presiden.

“Seluruh proses lelang, penunjukkan langsung atau pun yang melalui proses LPSE berjalan normatif mengikuti aturan. Jadi tidak seperti yang disangka kan, sudah diplot duluan atau sudah diketahui siapa pemenang lelangnya,” jelas Acep.(diek)


Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.com

Related News

No comments:

Leave a Reply