Sejumlah Nasabah Mempertanyakan ’Pelayanan Bank Jabar Karawang’

KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Sejumlah pengusaha jasa konstruksi selaku nasabah Bank Jabar Banten (BJB) Kantor Cabang (KC) Karawang mulai resah dan mempertanyakan penetapan biaya penerbitan sejumlah surat keterangan yang dilakukan oleh pihak BJB. Keresahan tersebut dirasa cukup beralasan, pasalnya sejumlah pengusaha jasa konstruksi yang notabene merupakan nasabah giro BJB KC Karawang merasa sama sekali tidak mendapatkan keuntungan dari segi pelayanan atas fasilitas yang diberikan oleh BJB Karawang.

“Kami ini kan kontraktor yang bermitra dengan pemerintah daerah. Jelang proses lelang yang dilakukan oleh pemda, kami merasa tidak mendapatkan pengecualian dari bank jabar saat ingin mendapatkan sejumlah surat keterangan,” ungkap Riki, bukan nama sebenarnya, kepada BINTANGNEWS.com, Senin (22/8).

Menurut Riki, dirinya bersama sejumlah pengusaha jasa konstruksi lainnya sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan jika pihak BJB KC Karawang memang ingin menetapkan pengenaan biaya pada setiap permohonan surat keterangan yang diminta oleh nasabah. Namun, katanya, khusus untuk permohonan surat keterangan yang berkaitan dengan pekerjaan di pemerintah daerah, pihak BJB KC Karawang semestinya memberikan pengecualian.

“Seharusnya pihak bank jabar bisa membedakan, mana permohonan surat keterangan yang berkaitan dengan pekerjaan di pemda, dan mana permohonan surat keterangan yang berkaitan dengan pihak swasta. Kami meminta surat keterangan untuk pekerjaan yang berkaitan dengan pemda. Harusnya ditiadakan biaya itu, mengingat bank jabar tersebut selain merupakan bank umum, bank jabar juga selaku kas daerah,” jelas Riki.

Riki menjelaskan, saat ini pemerintah melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Karawang tengah menggelar lelang ratusan paket pekerjaan konstruksi tahap kedua. Secara tidak langsung, sambungnya, BJB KC Karawang akan kebanjiran permohonan surat keterangan, baik keterangan dukungan bank maupun keterangan berupa referensi bank.

“Saat ini saja diperkirakan terdapat hampir 200 paket pekerjaan konstruksi yang digelar dinas Bina Marga. Kalau satu paket pekerjaan konstruksi yang dilelangkan minimalnya terdapat 3 sampai 4 penawar, tentunya pihak bank jabar bisa meraup keuntungan puluhan juta rupiah karena kebanjiran permohonan surat keterangan bank yang diminta oleh setiap pengusaha,” jelasnya.

Riki berharap, penetapan biaya yang dilakukan oleh pihak BJB KC Karawang atas penerbitan sejumlah surat keterangan bisa di evaluasi kembali oleh pihak BJB KC Karawang. Karena, menurutnya, fasilitas seperti kemudahan dalam memberikan pelayanan terhadap nasabah merupakan kunci sukses bagi perkembangan sebuah lembaga contohnya perbankan.

“Kami berharap agar bank jabar bisa mengevaluasi penetapan biaya penerbitan sejumlah surat keterangan. Karena selaku nasabah kami menginginkan fasilitas, contohnya kemudahan dalam pelayanan pada pemberian sejumlah surat keterangan,” pungkas Riki.

Hingga berita ini diturunkan, ketika BNTANGNEWS.com berusaha menemui pihak Bank Jabar yang memegang kebijakan, di Kantornya di Jalan Kertabumi Karawang, belum berhasil di komfirmasi.(K.12)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.com


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply