Sidak Banyak yang Bolos, Penguasa Dubai Pecat 9 Pejabat Top

BINTANGNEWS.com –  Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA) yang juga penguasa Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum, memecat sembilan pejabat top di berbagai instansi di Dubai. Pemecatan dilakukan spontan saat dia melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan menemukan banyak pejabat tinggi bolos kerja.

Sidak dilakukan Sheikh Mohammed pada hari Minggu pagi di berbagai kantor pemerintah di Dubai. Hari Minggu di negara itu menjadi hari kerja biasa, bukan hari libur.
Para pejabat tinggi yang dipecat beragam, mulai dari direksi hingga asisten direktur jenderal. Sidak itu direkam dan videonya telah dirlis media Pemerintah UEA. 

PM UEA tersebut semula berjalan ke kantor Departemen Urusan Tanah dan Departemen Pembangunan Ekonomi pada pukul 07.30. Hasil sidak menemukan bahwa pejabat setingkat manajer tidak lebih baik dari karyawan biasa.

“Itu dimaksudkan untuk mengirim pesan,” kata Mona al-Marri, seorang pejabat media Pemerintah Dubai.

”Disiplin waktu dimulai di level (pejabat) atas dan kami tidak akan pergi setelah karyawan mendapati bos mereka tidak ada,” lanjut dia, seperti dikutip Telegraph, Selasa (30/8/2016).

Sidak kemudian berlanjut ke Bandara Internasional Dubai. Para pejabat imigrasi diketahui sudah masuk kerja. Semua kantor yang disidak penguasa Dubai itu dikenal sebagai “Dubai Municipality.

Sheikh Mohammed dalam sebuah pernyataan yang dirilis media Pemerintah UEA, menggunakan bahasa halus untuk menyampaikan pemecatan tersebut. Dia memerintahkan sembilan pejabat untuk “pensiun”.

”Penguasa Dubai menyampaikan apresiasinya kepada sembilan eksekutif atas upaya mereka di masa lalu, berharap mereka sukses,” tulis media Pemerintah UEA.

Menurut media itu, tindakan Sheikh Mohammed sebagai cara untuk mencerminkan nya ketajaman guna memungkinkan generasi baru dari pemimpin muda. ”Untuk memikul tanggung jawab pembangunan di periode berikutnya,” lanjut laporan media Pemerintah UEA.(boy)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.com

Sumber: Sindonews

Related News

No comments:

Leave a Reply