16 Negara akan Ikut Olimpiade Matematika di Tangerang

BINTANGNEWS.com – Pemerintah Kota Tangerang, Provinsi Banten, mematangkan persiapan menjadi tuan rumah International Mathematical and Science Olympiad (IMSO) 2016. Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dan jajarannya bersama Klinik Pendidikan MIPA (KPM) pada Selasa (6/9) menggelar rapat persiapan IMSO ke-13 yang akan dilaksanakan pada 9-13 November 2016.
"Ketika ada tawaran dari KPM untuk menjadi tuan rumah olimpiade matematika internasional ini, saya pikir ini kesempatan yang baik untuk Kota Tangerang, mengatasnamakan bangsa Indonesia. Mudah-mudahan kita bisa menjadi tuan rumah yang baik," kata Arief kepada Republika saat ditemui di Kantor Wali Kota Tangerang, Selasa (6/9).

Melalui ajang olimpiade matematika ini, kata Arief, Kota Tangerang sekaligus ingin menyukseskan program Tangerang Cerdas. Sejauh mana kemampuan dan kualitas pendidikan di kotanya. "Sehingga anak-anak kita punya //benchmark//, bukan hanya di skala lokal, regional, tapi juga internasional," kata Arief.

Menurut Pengarah IMSO ke-13 Moh Arodhi, hingga kini sudah ada 16 negara yang menyatakan keikutsertaan dalam IMSO tahun ini. Dari 16 negara tersebut, sudah ada enam negara yang mengirimkan nama. Mereka terdiri dari Iran (16 peserta), Afrika Selatan (46), India (30), Mongolia (15), Sri Lanka (36), Kazakhstan (12), dan Indonesia (75). "Sejauh ini total sudah 230 peserta yang masuk," kata Arodhi.

Arodhi memperkirakan, total peserta pada IMSO ke-13 ini bisa mencapai 1.600 orang. Mereka terdiri dari peserta luar negeri dan dalam negeri. Bagi peserta dari dalam negeri, ada gelaran sendiri dengan nama Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI). "Peserta OMSI yang terbaik akan diikutkan pada ajang IMSO," kata Arodhi.

Dia berharap, Presiden Joko Widodo dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dapat membuka acara IMSO. Adapun pemenang IMSO dan OMSI diharapkan sudah bisa diketahui pada Sabtu 12 November.

Sesuai namanya -olimpiade matematika dan sains- kompetisi ini melombakan bidang pelajaran matematika dan sains. Karenanya, peserta akan ada ujian teori dan ujian eksplorasi, sesuai bidang lombanya.

Yang menarik dari ajang IMSO, selain peserta berkompetisi di bidang matematika dan sains, mereka juga diberi kesempatan untuk menampilkan adat dan budaya masing-masing. "Acara malam budaya atau culture night akan digelar pada Jumat," kata Arodhi.

Menurut Arief, IMSO memang bukan sekadar ajang ujian matematika dan sains, tapi juga bisa menjadi acara untuk saling mengenal budaya. "Ada nilai yang lebih besar dari sekadar olimpiade matematika," katanya.

Adapun konsep pentasnya seperti apa masih dalam proses pembahasan. Wali Kota Tangerang ini sedang mematangkan pentas budaya antarnegara ini bisa digelar di ruang terbuka. Arief menginginkan digelar di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. "Acara ini kalau bisa bersamaan dengan peluncuran video mapping Kota Tangerang," katanya.

Dengan adanya gelaran pentas budaya antarbangsa, masyarakat Kota Tangerang dan daerah lainnya juga bisa ikut menikmati, tak hanya peserta IMSO. Dia berharap masyarakat mendapatkan hiburan yang juga memberi edukasi.

IMSO merupakan olimpiade matematika dan sains yang pelaksanaannya digelar tahunan. Tahun ini merupakan ajang yang ke-13. IMSO merupakan kontestasi bagi siswa kelas V dan VI dan tidak boleh berusia di atas 13 tahun pada 31 Desember 2016. Setiap negara bisa mengirimkan perwakilannya sebanyak 12 siswa, dengan masing-masing enam untuk bidang matematikan dan enam untuk peserta sains.

Tujuan dari IMSO ini adalah untuk meningkatkan kompetensi siswa sekolah dasar di bidang matematika dan sains dan juga mempererat relasi di antara siswa antarnegara. "Semua soal dalam IMSO ini dalam bahasa Inggris. Sehari sebelum ujian soalnya dibuka. Jadi tidak mungkin untuk diterjemahkan," kata Arodhi. n nur hasan murtiaji."(boy)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.com

Sumber: Rol

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply