Aparat Turki Bebaskan Lagi Mahasiswa Indonesia

BINTANGNEWS.com – Seorang lagi mahasiswa Indonesia dibebaskan -setelah ditahan karena dituding terkait lembaga yang mendukung Fethullah Gulen, sosok yang disebut pemerintah Turki mendalangi kudeta Juli lalu,
Syaiful Iman dibebaskan pada Kamis (8/9) malam, sekitar pukul 20.30 waktu Turki, atau Jumat (9/9) sekitar pukul 00.30 WIB.
"Kami melakukan upaya terbaik untuk membebaskannya sejak kali pertama memperoleh informasi penangkapan (Syaiful Iman) tersebut," kata Wardhana, Duta Besar RI di Ankara, dlam pernyataan pers KBRI Ankara.
Ia kini berada dalam penampungan sementara di Wisma Duta Besar RI di Ankara bersama sekitar 40 mahasiswa lainnya.
Syaiful Iman ditangkap tanggal 26 Agustus di sebuah rumah pemondokan mahasiswa yang terkait dengan Yayasan PASIAD, Pacific Countries Social and Economic Solidarity Association, yang memberinya beasiswa. Yayasan ini terkait dengan gerakan pimpuinan Fethulah Gulen yang dituding oleh pemerintah Turki, berada di balik kudeta yang gagal beberapa waktu lalu.
Syaiful dibebaskan setelah KBRI Ankara terus melakukan upaya sejak hari pertama memperoleh informasi penangkapan dari otoritas Turki.
"Kita tahu bahwa yang bersangkutan ditahan karena tidak mengikuti himbauan KBRI untuk meninggalkan fasilitas yang dikelola FETO," kata Dubes Wardana, menggunakan istilah yang digunakan pemerintah Turki terhadap gerakan Fethulah Gulen, yang dituding sebagai organisasi teroris.
Syaiful adalah mahasiswa pada Middle East Technical University, Ankara.
Sebelumnya, sejumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Turki dengan fasilitas PASIAD, juga ditangkap sebelum kemudian dibebaskan.
Menyusul penangkapan sejumlah mahasiswa Indonesia sesudah kudeta militer yang gagal beberapa waktu lalu, KBRI Ankara menyerukan mahasiswa dan pelajar Indonesia untuk menghindari kontak dengan figur-figur yang terafiliasi dengan Fethulah Gullen dan segera keluar dari fasilitas-fasilitas yang dikelola oleh kelompok-kelompok yang terkait dengan ulama tersebut.
Sejauh ini setidaknya sudah ada 40 mahasiswa Indonesia, baik yang semopat ditangkap maupun yang sudah meninggalkan fasilitas PASIAD, yang ditampung di KBRI.
Di Indonesia, Kedutaan Besar Turki di Jakarta mengumumkan bahwa PASIAD terkait dengan Fethullah Gulen dan meminta sembilan sekolah yang tersebar di Indonesia ditutup karena bekerja sama dengan PASIAD.(Pri)
ikuti terus sumber informasi dunia di twitter @bintangnews.com
sumber: Sindonews


Related News

No comments:

Leave a Reply