AS dan Korsel Bakal Simulasikan Serangan ke Fasilitas Nuklir

BINTANGNEWS.com –  Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) akan melakukan serangan simulai terhadap fasilitas nuklir pada bulan depan. Demikian pernyataan yang dilontarkan seorang pejabat Departemen Pertahanan Korsel.

Selain itu, AS dan Korsel juga akan mensimulasikan apa yang harus dilakukan jika terjadi serangan rudal mendadak. Simulasi latihan bersama yang diberi nama "Red Flag" ini akan berlangsung di Alaska dari 3 Oktober sampai tanggal 21 Oktober.
Meski secara resmi kedua negara mengatakan latihan tidak ditujukan kepada negara tertentu, terutama Korea Utara (Korut), namun pengumuman itu datang kurang dari dua minggu pasca negara komunis itu melakukan uji coba nuklir kelimanya.

Uji coba nuklir Korut mendatangkan teguran keras dari masyarakat internasional, dimana pejabat Departemen Pertahanan Korsel mengatakan negaranya harus bersiap-siap untuk skenario terburuk seperti disadur dari laman CNN, Rabu (21/9/2016).

Setiap tahun, Korea Selatan dan AS melakukan sejumlah latihan militer bersama termasuk "Key Resolve," "Foal Eagle" dan "Ulchi Freedom Guardian,". Latihan gabungan ini terus menerus mendapat kecaman dari Pyongyang. Korut menganggap latihan gabungan itu dirancang untuk melakukan invasi ke negara mereka.

Media pemerintah Korut menyebut Korsel sebagai "boneka penghasut perang" ketika melaporkan latihan militer yang akan datang.(jon)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.com


Sumber: Sindonews

Related News

No comments:

Leave a Reply