Buru Penyelundup Manusia, Inggris Kirim Kapal Perang ke Libya

BINTANGNEWS.com –  Sebuah kapal perang Inggris akan tiba di lepas pantai Libya dalam beberapa hari ke depan. Pengiriman kapal perang ini sebagai upaya untuk mencegat dan menangkap penyelundup manusia seiring arus migran yang mencoba menyeberangi Mediterania untuk mencapai Italia.

HMS Diamond, sebuah kapal perusak Type-45 dilengkapi dengan senapan 4,5 inci, rudal dan penembak meriam cepat, akan bergabung dengan armada Uni Eropa dalam Operasi Sophia, yang bertugas menangkap penyelundup di laut. Otorisasi formal untuk misi diberikan oleh Brussels pada bulan Juni. Minggu lalu, misi itu diperluas untuk mencakup mencegat pedagang senjata dan pelatihan penjaga pantai Libya.

HMS Diamond akan bergabung dengan HMS Enterprise, yang pekan lalu menyelamatkan 700 migran dari Libya, dan lebih dari selusin kapal Uni Eropa lainnya. Enterprise adalah kapal survei yang mulai bekerja dengan petugas GCHQ untuk mengidentifikasi jaringan sejak bulan Juni 2015 seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (4/9/2016).

Operasi Sophia telah menggunakan penyadapan elektronik selama tahun lalu untuk membangun sebuah gambaran dari penyelundupan migran, yang terkonsentrasi di pesisir Libya barat, kedua sisi Tripoli. Percakapan telepon seluler antara pemimpin geng dilacak untuk mengetahui bahwa penyelundup siap untuk mengirimkan sejumlah besar migran ke laut.

Namun, saat ini para penyelundup manusia telah merubah taktik mereka. Sejak Operasi Sophia menangkapi kapal kayu, para penyelundup kini menggunakan perahu karet yang diimpor dari Eropa dan Turki. Laporan Operasi Sophia mencatat satu konsinyasi 20 perahu karet, ditemukan di Malta, diizinkan dikirim ke Libya.

Sedangkan di laut, para penyelundup sekarang mempekerjakan "serigala" yaitu menempatkan salah satu anggota geng di perahu nellayan bertindak sebagai penjaga, melarikan kapal penyelundup jika mereka melihat unit angkatan laut disekitarnya.
".(boy)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.com

Sumber: Sindonews

Related News

No comments:

Leave a Reply