Ditangkap Tanpa Melawan, Proses Hukum Teroris Basri Tetap Berjalan

BINTANGNEWS.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Suhardi Alius mengatakan, proses hukum terhadap pimpinan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) sekaligus tangan kanan Santoso, Basri akan tetap diteruskan. Langkah ini menyikapi keberhasilan Satgas Operasi Tinombala dalam menangkap Basri alias Bagong bersama istrinya Nurmi Osman alias Oma, tanpa perlawanan Rabu (14/9) kemarin.

"Iya dong (proses hukum) semua berjalan. Jangankan itu, yang kemarin Santoso saja ada proses hukumnya," kata Suhardi di Komplek DPR, Jakarta, Kamis (19/9).
Meski proses hukum berjalan, Suhardi menjamin Basri dan istrinya untuk mendapat perlakukan dengan baik oleh pemerintah. "Sekarang kita lihat perlakuannya sangat manusiawi dan tidak mencreate sel-sel baru terorisme," klaimnya.

Suhardi menuturkan operasi Tinombala akan terus dilakukan untuk memburu 12 anggota kelompok Santoso yang tersisa. Salah satunya adalah Ali Kalora, yang disebut sebagai orang nomor tiga setelah Santoso dan Basri.

Selain itu, Suhardi juga menyebut jaringan MIT belum akan habis walaupun dua pimpinannya sudah tertangkap dan tewas. Pihaknya akan terus melakukan upaya untuk meredam dan menangkal doktrin ideologi radikal.

"Jangan terlalu dini. Namanya mindset, ideologi tidak mudah. Makanya yang saya terapkan sebagai BNPT ada soft approach. Bagaimana kita mereduksi radikalisme dan sebagainya. Itu kita coba terapkan, kita rangkul semua," tegasnya.(reff)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.com

Sumber: Merdeka.com

Related News

No comments:

Leave a Reply