Jamaah Bergerak Menuju Muzdalifah

BINTANGNEWS.com – Jamaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Muzdalifah sejak selepas maghrib untuk mengambil batu melempar jumrah. Beberapa jamaah sudah menyiapkan kantong sebagai tempat menyimpan kerikil.

"Saya sudah siapkan kantong untuk tempat menaruh batu," kata jamaah kloter PDG-03, Haryadi (63), kepada Republika.co.id di Padang Arafah, Makkah, Ahad (11/9) malam waktu Saudi.

Pemberangkatan jamaah sudah mulai berlangsung selepas maghrib. Jamaah mendapat makanan ringan sebagai bekal di Muzdalifah. Isinya mi instan seduh, dua roti, tiga botol air mineral, dan kurma.
Selain mendapat bekal makanan ringan, jamaah juga sudah makan malam sebelum bergerak menuju Muzdalifah.
"Alhamdulillah, kami sudah makan malam sebelum berangkat ke Muzdalifah," kata Zarhaimi, jamaah asal Bengkulu, yang mengaku makan enak dengan ayam dan kentang goreng.

Sementara Karom 01 dari JKG-05 Arief Rahman mengatakan, jamaah di rombongannya juga sudah makan malam sebelum berangkat menuju Muzdalifah. Mereka pun sudah menyiapkan kantong kain untuk tempat menyimpan batu jumrah.

Sebanyak 7 bus taradudi (shuttle bus) per maktab dikerahkan untuk mengangkut jamaah haji Indonesia dari Arafah ke Muzdalifah. Ketujuh bus tersebut akan bolak-balik sebanyak enam kali untuk mengangkut jamaah.

Jamaah yang telah melakukan wukuf di Arafah pada 11 September siang diangkut ke Muzdalifah untuk mabit sekaligus mencari batu untuk lempar jumrah. Setiap tenda maktab memiliki ruang khusus semacam halte yang digunakan jamaah untuk tempat mengantre naik bus.

Petugas diberi pengarahan untuk menjamin kelancaran supaya jam 24.00 malam atau 10 Dzulhijah (12 September) dini hari waktu setempat jamaah sudah terangkut semua ke Muzalifah."(boy)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.com

Sumber: Rol

Related News

No comments:

Leave a Reply