”Laporan Khusus Info Polisi Hari Ini”

BINTANGNEWS.com –  Papua Police hunt for man who fatally shot teacher in Puncak Jaya.

Papua Police have sent two special teams to hunt for the killer of a contract teacher in Mulia, Puncak Jaya, on Monday, saying that the perpetrator was “savage”.
“These teams would help the police and the Indonesian Military deployed in Puncak Jaya to hunt down the shooter,” Papua Police chief Insp. Gen. Paulus Waterpauw said Tuesday. “The perpetrator’s act is savage and inhumane, shooting a teacher who every day teaches children there to become educated,” he said.
Ezra Patatang, 27, was a contract teacher who had been teaching Catholic class for state elementary school SDN Dondon Baga, Mulia, Puncak Jaya, and moonlighted as an ojek (motorcycle taxi) driver. He was shot by an unidentified man in Karubate village in Mulia district on Monday at 6:30 p.m.
“That afternoon he was on his way from Kota Baru to his house in Kota Lama. He took a passenger to Kota Lama. Not long after that, he was found dead with a gunshot wound,” Markus Tandiyu, the head of Torajan community in Puncak Jaya said. Torajans hail from South Sulawesi.
Ezra lived with his sister, Resty Patatang, who is also a teacher.
From a preliminary investigation, the police found that Ezra was shot from a short distance with the bullet entering his right temple and exiting through the back of his head. “When we found him, he was about 10 meters away from his motorcycle. It looks like there was a struggle before he was shot,” Waterpauw said.
Ezra’s body was sent to Makassar in South Sulawesi to be laid to rest in Masamba, Luwuk regency in South Sulawesi.***
Humas Polres OKU:
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Polres OKU Timur menembak mati dua tersangka perampokan yang sering beraksi dengan menggunakan senjata api dan tidak segan-segan menembak korban serta sangat sadis ketika beraksi.

Tersangka Deni (25) dan Yadi (27) yang keduanya merupakan warga Desa Kertanegara Kecamatan MDS 2 OKU Timur, pada tanggal 25 September 2015 melakukan perampokan terhadap korban Andi Ahmad Suryadi (40) di Desa Kertanegara Dusun Cinta Negara Kecamatan MDS 2 OKU Timur.

Deni dan Yadi yang mendatangi rumah korban, langsung melakukan penembakan terhadap korban hingga membuat korban ketakutan. Dari perampokn tersebut. Mereka mengambil motor milik korban jenis Honda Beat warna putih.

"Dari laporan korban nomor LP-B/15/IX/2015/ SUM/OKUT/MDS2, 28 September 2015 lalu, kami melakukan penyelidikan. Dari situ menemui titik terang mengeni dua pelaku yang melakukan perampokan terhadap korban," ujar Kapolres OKU Timur AKBP Audi S Latuheru melalui Kabag Ops Kompol Nurhadiansyah ketika dkonfirmasi, Minggu (11/9/2016).***

BNN Pid Provinsi Papau:
Pengungkapan kasus Narkotika Golongan I jenis Sabu melalui pengiriman paket ke Provinsi Papua oleh BNN Provinsi Papua.
Pada hari Minggu tanggal 11 September 2016 sekitar jam 05.00 Wit Personel BNN Provinsi Papua mendapatkan informasi akan adanya pengiriman Narkotika Golongan I jenis Sabu dengan tujuan Kota Jayapura (Papua). Berdasarkan informasi tersebut pada jam 06.00 Wit Personel BNN Provinsi Papua melakukan pengamatan di sekitar Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Pada sekitar pukul 14.30 Wit Personel BNN Provinsi Papua mendapat informasi bahwa Narkotika Golongan I jenis Sabu tersebut telah tiba di bandar udara Sentani. Berdasarkan informasi tersebut Personel BNN Provinsi Papua melakukan Control Delavery terhadap orang yang di curigai sebagai pemilik Narkotika jenis Sabu tersebut.

Pada sekitar jam 18.30 Wit bertempat di Kotaraja Kota Jayapura Personel BNN Provinsi Papua mengamankan seorang wanita dengan inisial "J" yang dari interogasi awal personel BNN Provinsi Papua bahwa yang bersangkutan mengakui bahwa dia "J" yang memesan barang tersebut. Sementara "J" diamankan di kantor BNN Provinsi Papua untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
BB : 8 paket sabu dengan berat bruto sekitar 12 Gram.***

VIVA.co.id:  Sungguh tak disangka, Juni Ferry, pria yang selama 12 tahun mengenakan atribut kepolisian lengkap, ternyata seorang polisi gadungan. Kedok pria berusia 49 tahun, warga Jalan Matraman, Jakarta Timur itu, baru terungkap setelah terlibat keributan dengan warga.

Awalnya tak ada yang mengira, Juni adalah polisi gadungan, karena selama ini, dia selalu memakai seragam polisi dengan pangkat Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu), tak hanya itu, Juni juga melengkapi diri dengan alat komunikasi HT serta sepucuk senjata api mainan.
Tapi, akhirnya baru diketahui, Juni adalah seorang petugas kebersihan alias cleaning service di sebuah klinik kesehatan di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kepala Polsek Metro Matraman Kompol Suyoto mengatakan, Juni ditangkap saat pulang dari tempat kerjanya di Klinik Pratama Samadi, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur.

"Kejadiannya itu Sabtu kemarin (10 September), sekitar jam setengah empat sore, dia cekcok dengan warga," kata Suyoto, Selasa 13 September 2016
Menurutnya, Juni yang kala itu menggunakan pakaian dinas Polri lengkap mengendarai sepeda motor memasuki Gang Dadap, Kayu Manis, Matraman, Jakarta Timur. Di depan gang, pelaku melontarkan kata dengan nada keras dan menyuruh orang-orang yang sedang berada di pinggir gang untuk menyingkir.

"Ada salah seorang warga yang enggak terima. Terus terjadi adu mulut," kata Suyoto.
Suyoto menuturkan, dari cekcok itu, beberapa warga mulai terpancing dan berusaha memukuli pelaku yang masuk ke dalam rumah kontrakannya. Mendapat laporan itu, petugas langsung mendatangi lokasi untuk mengecek peristiwa tersebut. "Awalnya kami mendapat laporan ada polisi yang mau dipukuli warga," katanya.

Karena menduga Juni merupakan anggota kepolisian, ia pun dikirim ke Polres Jakarta Timur untuk dilakukan pemeriksaan. "Dari pemeriksaan itu, diketahui pelaku bukan anggota Polri. Selama ini dia hanya menyamar," katanya.

Dari temuan itu, petugas pun langsung melakukan pengecekan di rumah pelaku. Dari dalam kontrakannya, petugas menemukan berbagai atribut yang dibeli di Pasar Senen. "Kami menemukan seragam polisi lengkap, pistol korek dan sarungnya, rompi polisi, kartu nama dan satu bingkai foto editan pengangkatan pangkat pelaku," ujarnya.

Dari pengakuannya, Juni memakai seragam kepolisian setiap pergi dan pulang kerja dengan tujuan agar warga di sekitar tempat tinggalnya tahu jika Juni merupakan anggota kepolisian. Namun sejauh ini tidak ditemukan perbuatan yang merugikan orang lain yang diperbuat pelaku dengan atribut tersebut.

"Pengakuannya, jadi polisi sudah jadi cita-cita pelaku, tapi enggak tercapai. Pakai seragam itu niatnya cuma ingin warga di sekitar rumah tahu kalau dirinya polisi," katanya
Selain itu, lanjut Suyoto, berdasarkan keterangan Juni, tak ada niat dari dirinya untuk melakukan tindak kejahatan. Karena aksi yang dilakukannya hanya ingin terlihat gagah dan berwibawa di mata tetangga. "Cuma untuk gagah-gagahan saja," ujarnya.***

Humas Polres Karawang:

Polres Karawang bersama dgn Basarnas, dan Tim SAR Gabungan laksanakan pencarian Korban tenggelam di Desa Wancimekar Kec.Kota Baru Kab.Karawang pada Selasa 13 September 2016.
Diduga korban tenggelam Karena kelelahan saat desang berenang di sebuah irigasi di Desa tersebut. Sampai dengan saat ini Petugas sedang melakukan pencarian di sekitaran tempat kejadian Perkara, dan mudah mudahan korban segera cepat diketemukan.***

Dalam Rangka meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan tugas tugas kepolisian guna menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif diwilayah Hukum Polres Karawang.
Sat Sabhara Polres Karawang laksanakan Pelatihan peningkatan Kemampuan Fungsi Tehnis Kepolisian Tahun 2016 di Aula ASrama Polisi Alun Alun pada Selasa 13 September 2016.

Dalam kegiatan, Kasat Sabhara AKP Sutedjo pimpin pelaksanaan serta berikan arahan dan materi dalam pelaksanaan pelatihan tersebut.
Hal ini merupakan upaya jajaran Kepolisian dalam menciptakan Polri yang Promoter (Profesional, Modern dan Terpercaya).***

Usai laksanakan Apel pagi pada Selasa 13 September 2016, Polres Karawang lakukan pembinaan Rohani dan mental bagi anggota kepolisian sebagai penunjang dan meminta kepada Allah SWT agar senantiasa diberkan kesehatan , keselamatan serta kelancaran dalam melaksanakan tugas.

Giat tersebut dipimpin Kabagren Polres Karawang Kompol H.Syamsudin yang diikuti seluruh anggota Polres Karawang di Masjid Miftahul Hidayah.***

Polsek jajarn laksanakan pengaturan arus lalu lintas diberbagai titik rawan kemacetan pada Selasa 13 September 2016. Hal ini merupakan salah satu tugas anggota Polri dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat.***

Polsek jajaran laksanakan patroli tempat rawan guna antisipasi curat, curas dan curanmor pada Selasa dini hari 13 September 2016. Hal ini merupakan langkah langkah kepolisian guna menjaga kondusifitas wilayah Hukum Polres Karawang agar senantiasa aman dan kondusif.***

VIVA.co.id – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Pol Syafrudin, membeberkan hasil investigasi Propam Mabes Polri, terkait foto sejumlah perwira Polda Riau yang kongko bersama pengusaha kelapa sawit yang diduga terlibat dalam kasus kebakaran hutan dan lahan.

Petinggi berbagai perusahaan, termasuk salah satunya bos perkebunan kelapa sawit PT. Andika Permata Sawit Lestari (APSL), bertemu dan berfoto bersama petinggi Polda Riau di Hotel Grand Central Pekanbaru, beberapa waktu lalu.
Syafruddin berujar, foto tersebut tidak ada kaitannya dengan keluarnya surat perintah penghentian penyidikan perkara (SP3) kasus kebakaran hutan dan lahan.

"Tidak ada kaitannya antara SP3 dengan foto-foto yang beredar. Karena pengusaha dalam foto itu, menurut investigasi dari Propam itu, tidak terlibat dalam pembakaran hutan," ujar Syafrudin di Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat 15, Jakarta Pusat, Selasa, 13 September 2016.

Menurut Syafrudin, ketidakterkaitan itu, karena keluarnya SP3 terpisah dengan foto-foto tersebut. Surat yang dikeluarkan oleh Polda Riau itu juga masih berlaku.
"Jadi terpisah, SP3 tetap berlaku lanjut karena tidak ada kaitannya," kata dia.
Mantan Kepala Lembaga Pendidikan Polri itu membantah pendapat banyak pihak yang menyebutkan polisi hanya menyasar individu dibanding korporasi dalam kasus kebakaran hutan dan lahan.

Syafruddin menegaskan, Kepolisian tidak pandang bulu dan terbuka dalam penanganan kasus yang membuat ribuan hektare lahan terbakar.
"Itu kan tahun lalu barangnya, bukan tahun sekarang. Ini terbuka (ramai) karena ada foto-foto cuma itu saja," ujar mantan Kapolda Sumatera Utara dan Kalimantan Selatan itu.

Para petinggi Polda Riau dalam foto tersebut antara lain, Direktur Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Rivai Sinambela, Direktur Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Surawan dan Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Tony Hermawan.
Selain itu, petinggi Mabes Polri juga masuk dalam gambar kongko dengan petinggi perusahaan bermasalah itu yakni Kombes Pol Hendra.***

Humas Polres Tapsel:

KAPOLRES TAPSEL MELAKSANAKAN SHALAT IDUL ADHA DAN QURBAN BERSAMA ANGGOTA POLRES DAN MASYARAKAT
Tapsel – senin (12/09/16) Kepala Kepolisian Resort Tapanuli Selatan AKBP RONY SAMTANA, S.IK., MTCP bersama anggota Polres dan masyarakat mengadakan Shalat Idul Adha tepatnya di Aula Pratidina Polres Tapsel. Pelaksanaan Shalat Idul Adha berjalan dengan aman. Kapolres berharap agar makna Idul Adha bisa semakin meningkatkan keimanan, mempererat kepedulian sosial dan kepekaan sosial antara masyarakat dan Polri.

Tidak hanya bagi masyarakat tetapi juga untuk para personel Polres Tapsel. Setelah pelaksanaan Shalat Idul Adha bersama, dilanjutkan penyembelihan hewan kurban di Asrama Polisi Sitataring dan melibatkan masyarakat dalam penyembelihan hewan kurban, anggota Polres Tapsel membagikan kupon kepada masyarakat, dimana kupon dapat digantikan dengan daging kurban.***

Humas Polda Kepri:

Selamat Siang Mitra humas. mengingatkan Kembali tentang Hate Speech dan terimakasih sudah tidak melaksanakan Hate Speech
Hate Speech (Ucapan Penghinaan/atau kebencian) adalah tindakan komunikasi yang dilakukan oleh suatu individu atau kelompok dalam bentuk provokasi, hasutan, ataupun hinaan kepada individu atau kelompok yang lain dalam hal berbagai aspek seperti ras, warna kulit, etnis, gender, cacat, orientasi seksual,kewarganegaraan, agama, dan lain-lain.

Dalam arti hukum, Hate speech adalah perkataan, perilaku, tulisan, ataupun pertunjukan yang dilarang karena dapat memicu terjadinya tindakan kekerasan dan sikap prasangka entah dari pihak pelaku Pernyataan tersebut ataupun korban dari tindakan tersebut. Website yang menggunakan atau menerapkan Hate Speech ini disebut Hate Site. Kebanyakan dari situs ini menggunakan Forum Internet dan Berita untuk mempertegas suatu sudut pandang tertentu.

Para kritikus berpendapat bahwa istilah Hate speech merupakan contoh modern dari novel Newspeak, ketika Hate speech dipakai untuk memberikan kritik secara diam-diam kepada kebijakan sosial yang diimplementasikan dengan buruk dan terburu-buru seakan-akan kebijakan tersebut terlihat benar secara politik.

Hate Speech Dalam Internet
Etika dalam dunia online perlu ditegaskan, mengingat dunia online merupakan hal yang sudah dianggap penting bagi masyarakat dunia. Namun, semakin banyak pihak yang menyalahgunakan dunia maya untuk menyebarluaskan hal-hal yang tidak lazim mengenai sesuatu, seperti suku bangsa, agama, dan ras. Penyebaran berita yang sifatnya fitnah di dunia Internet,

Hate Speech Melanggar hukum
1.    Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) [Pasal 28 jo. Pasal 45 ayat (2)]
2. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 ttg Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis ("UU 40/2008")(Pasal 16)
3. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 ttg Penanganan Konflik Sosial (“UU 7/2012”)
4. Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2013 ttg Teknis Penanganan Konflik Sosial (“Perkapolri 8/2013”) dan pasal Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP.***
2.    Himabauan
3.    Diberitahukan kepada masyarakat Kepulauan Riau agar dalam berkendara baik itu speda motor atau Mobil hendaknya berhati-hati.
4.    1. Kurangi kecepatan dalam berkendara jangan terlalu cepat
2. Selalu menggunakan Helm dan pasang 2 Spion jika perlu gunakan Jacket
3. Membawa kelengkapan kendaraan (SIM, STNK dan KTP)
4. Mematui rambu - rambu Lalulintas 
5. Perhatikan cuaca / keadaan yang terjadi diwilayah kepri 
6. Mengutamakan keselamatan Diri Sendiri dan Orang lain
7. jangan lupa membaca Do'a untuk keselamatan.
***
5.    Humas Polresta Balam:
Bandar Lampung - Selasa (13/9), mulai pukul 08.00 wib, Polresta Bandar Lampung membuka kantor diluar yang dilaksanakan di lapangan Saburai, Enggal. 

Dalam giat berkantor diluar ini Polresta menerima laporan pengaduan dari masyarakat baik mengenai permasalahan-permasalahan hukum yang dialami dan pengaduan tentang masalah perkara yang telah dilaporkan nya ke Polresta Bandar Lampung maupun ke Polsek jajaran. 

Selain itu, juga menerima pelayanan SKCK, Sidik jari, perpanjangan SIM, pelayanan kesehatan dan pelayanan SPKT.

Bagi masyarakat kota Bandar Lampung yang hendak mengadukan permasalahannya maupun pelayanan Kepolisian, silahkan datang langsung ke Lapangan Saburai Bandar Lampung.***

BINTANGNEWS.com:

”Salam Tribrata. Siap Komandan, dengan tidak mengurangi rasa hormat kami, hanya sebatas usul mengingat giat anda adalah Info penting bagi masyarakat luas. Kalau bisa mohon dinding akun anda dibuka, (tidak Privasi) dengan melalui topik berita ”Laporan Khusus Info Polisi Hari Ini” walaupun kami ambil hanya secara acak.

Insya Allah giat anda bisa dibaca oleh semua Humas Polres dan Humas Polda, karena kami telah berteman dengan semua akun Humas Polri di seluruh wilayah hukum Indonesia,” terimakasih atas kerjasamanya. (by. BINTANGNEWS.com).***
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.com

Sumber: Polri 

Related News

No comments:

Leave a Reply