PGRI: Kokurikuler Sebaiknya Pertimbangkan Masukan dari Daerah

BINTANGNEWS.com – Plt. Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Unifah Rasidi, menyarankan penyusunan program kokurikuler harus mempertimbangkan masukan dari daerah. Program tersebut tidak bisa diterapkan secara seragam di berbagai wilayah Indonesia.

"Pada prinsipnya kami mendukung program ini. Namun, yang terpenting terimalah masukan dari dinas pendidikan dan masyarakat di daerah. Kondisi pendidikan di berbagai wilayah Indonesia tidak seragam," ujar Unifah ketika dihubungi Republika.co.id, Rabu (7/9).
Karena itu, pihaknya menilai perlu ada landasan hukum yang memuat tentang penyesuaian program kokurikuler di daerah. Pihaknya menyatakan tidak sepakat jika program ini wajib dilakukan secara seragam.

Selain itu, program kokurikuler sebaiknya disampaikan dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan. Sebab, program ini nantinya lebih banyak menanamkan pendidikan karakter.  "Yang terpenting adalah teknis programnya sendiri seperti apa, harus ada pemaparan secara rinci. Masukan kepada Kemendikbud akan kami berikan dalam audiensi pendidikan karakter bersama Mendikbud dalam waktu dekat," tambah Unifah.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Muhadjir Effendy, mengatakan agar Kurikulum 2013 sesuai dengan Nawa Cita, maka harus ada tambahan kegiatan di sekolah yang bertujuan membangun karakter siswa. Program penguatan pendidikan karakter tersebut diimplementasikan dalam bentuk kegiatan kokurikuler.

Muhadjir menegaskan, program penguatan karakter tidak akan membatalkan Kurikulum 2013. Justru, program itu akan menjadi pelengkap kurikulum yang ada.

"Oleh karena itu Dirjen sudah memilih sekolah-sekolah model yang akan menyelenggarakan program penguatan pendidikan karakter sebelum nanti ini dijadikan program skala nasional," kata Muhadjir di Bengkulu, Selasa (6/9)."(boy)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.com

Sumber: Rol

Related News

No comments:

Leave a Reply