Sejarah Hari Ini: Kesaksian Bill Clinton Soal Perselingkuhan dengan Lewinsky

BINTANGNEWS.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton memberikan kesaksian mengenai tuduhan perselingkuhan dengan asistennya, Monica Lewinsky pada 21 September 1998.

Kesaksiannya di depan Grand Jury disiarkan di stasiun televisi AS dan ditonton jutaan mata. Pada awalnya kesaksian itu direkam untuk kepentingan investigasi, namun anggota parlemen menganggap warga AS berhak melihatnya juga.
Saat meminta kesaksian Clinton, jaksa menanyakan perihal sikapnya dalam kasus tersebut. Namun Clinton bersumpah ia tidak memiliki hubungan khusus dengan Lewinsky.

Dilansir dari BBC, pada 9 Desember 1998 Komite Kehakiman DPR mengusulkan pemakzulan terhadap Presiden Clinton. Sepuluh hari kemudian, setelah ada perdebatan sengit antara Partai Republik dan Demokrat, DPR memutuskan melakukan voting.

Bill Clinton menjadi presiden kedua dalam sejarah AS yang mendapat dakwaan seperti itu. Namun, ia menolak mengundurkan diri.

Ia diadili pada 7 Januari hingga 13 Februari 1999. Senator akhirnya membebaskannya dari pemakzulan.

Partai Komunis Resmi Kuasai Pemerintahan Cina


Pada pembukaan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Cina di Beijing, 21 September 1949, Mao Zedong mengumumkan pemerintahan Cina baru akan berada di bawah kepemimpinan Partai Komunis.

Dilansir dari History, konferensi tersebut adalah bentuk perayaan kemenangan kelompok Komunis dalam perang saudara berkepanjangan di Cina melawan kelompok Nasionalis. Acara tersebut sekaligus membuka rezim komunis yang selanjutnya akan memerintah Cina.

Mao dan pendukungnya berjuang melawan kelompok Nasionalis yang mereka sebut telah melakukan praktik korupsi sejak 1920-an. Walaupun kelompok Nasionalis mendapat dukungan Amerika Serikat (AS), namun pasukan Mao memenangkan peperangan dan melaju ke kursi pemerintahan.

Dalam membangun komite dan lembaga yang akan dibentuk di bawah rezim baru, Mao mengatakan sistem Kediktatoran Rakyat Demokratik adalah pilihan utama untuk menjaga revolusi rakyat dan menentang asing. Ia mencela orang yang menentang sistem tersebut dan menyebut mereka sebagai reaksioner imperialistik.

Di masa depan, Mao ingin Cina bekerja sama dengan Uni Soviet dan negara-negara lainnya. Ia mengklaim komunisme akan mengangkat reputasi negara berkembang.

Pada 1 Oktober 1949, Republik Rakyat Cina secara resmi diumumkan dengan Mao Zedong sebagai pemimpinnya. Dia tetap menjabat sebagai pemimpin Cina sampai kematiannya pada 1976.

Gempa Bumi 7,6 SR Guncang Taiwan


Gempa bumi berkekuatan 7,6 skala richter (SR) menewaskan ribuan orang di Taiwan pada 21 September 1999. Gempa juga menyebabkan 100 ribu orang kehilangan rumah dan kerusakan yang mencapai nilai triliunan rupiah.

Dilansir dari History, gempa tersebut adalah gempa terburuk dalam sejarah Taiwan sejak gempa tremor mengguncang negara itu pada 1935 dan meninggalkan 3.200 orang tewas.

Gempa terjadi pada pagi hari saat warga Taiwan sedang mempersiapkan perayaan tahunan Autumn Festival. Gempa berpusat di pantai barat Nantou dan Taichung, namun kerusakan serius terjadi di seluruh pulau.

Lima gempa susulan berkekuatan 6,0 SR kemudian terjadi dalam waktu 30 menit setelah gempa utama. Daerah terparah yang terkena dampak gempa adalah Tungshih, yang hampir seluruh bangunan di dalamnya runtuh serta 60 ribu warganya telantar tanpa listrik dan telepon.

Pemerintah Taiwan saat itu dinilai tidak memberikan tanggapan yang baik terhadap bencana mematikan tersebut. Pemerintah menolak sejumlah bantuan dari negara-negara lain, kecuali dari Cina sebesar 100 ribu dolar AS atau Rp 1,3 miliar.

Banyaknya warga yang tewas membuat kamar mayat di seluruh rumah sakit kesulitan menyediakan lemari pendingin jenazah. Tenda-tenda banyak dirikan di ladang dan taman karena warga takut gempa susulan jika harus diam di dalam bangunan tembok.

Pemerintah Taiwan kemudian membenahi konstruksi bangunan negaranya. Pemerintah memastikan gempa bumi tidak akan lagi pernah menyebabkan kerusakan skala besar di Taiwan.(jon)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.com

sumber: Rol


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply