Sejarah Hari Ini: Qaddafi Pimpin Kudeta Lawan Raja Idris I

BINTANGNEWS.com – Muammar al-Qaddafi, kapten tentara Libya, berhasil memimpin kudeta militer melawan Raja Idris I di usia 27 tahun pada 1969. Setelah Idris digulingkan, Qaddafi menjadi ketua sebuah badan baru bernama Komando Dewan Revolusi.

Qaddafi adalah putra dari seorang petani Baduy yang lahir di sebuah tenda di gurun Libya pada 1942. Tumbuh menjadi anak berbakat, ia berhasil lulus dari Universitas Libya pada 1963 dan Akademi Militer Libya di Benghazi pada 1965.
Ia kemudian menjadi seorang nasionalis Arab, yang diprovokasi untuk menggulingkan Raja Idris I. Raja Idris selama ini dianggap terlalu konservatif dan acuh terhadap gerakan persatuan politik negara-negara Arab.

Pada saat Qaddafi mencapai pangkat kapten, kelompok revolusioner siap menyerang pemerintah. Mereka menunggu Raja Idris I pergi keluar negeri, tepatnya ke Turki untuk mengobati kakinya, untuk memulai kudeta terhadap pemerintah.

Sistem monarki dihapuskan, Raja Idris I pindah dari Turki ke Mesir dan mencari suaka di sana. Ia meninggal dunia di Kairo pada 1983, seperti dikutip dari History.

Dengan menggabungkan paham Islam ortodok, sosialisme revolusioner, dan nasionalisme Arab, Qaddafi membentuk sistem diktator anti-Barat di Libya. Pada 1970, ia mencabut izin pangkalan militer Amerika Serikat dan Inggris serta mengusir warga Italia dan Yahudi Libya.

Pada 1973, ia mengambil kendali ladang minyak milik asing. Dia juga mengaktifkan kembali hukum Islam, seperti larangan minuman beralkohol dan perjudian. Ia kemudian meluncurkan program sosial untuk meningkatkan standar hidup di Libya.

Sejak memiliki misi menyatukan negara-negara Arab, ia mulai menjalin kedekatan dengan negara tetangga, terutama Mesir. Namun, ketika Mesir dan negara-negara Arab lainnya mulai melakukan proses perdamaian dengan Israel, Libya semakin tersudut.

Pemerintahan Qaddafi membiayai sejumlah kelompok radikal di seluruh dunia, termasuk kelompok gerilyawan Palestina dan kelompok pemberontak Filipina. Di 1980-an, negara Barat menyalahkan Libya atas beberapa serangan yang terjadi di Eropa.

April 1986, kapal perang Amerika Serikat mengebom Tripoli sebagai balasan atas pengeboman di Jerman. Dalam serangan tersebut, Qaddafi dilaporkan terluka dan bayi perempuannya tewas.

Di akhir 1990-an, Qaddafi berusaha mengeluarkan Libya dari isolasi internasional dengan menyerahkan dua tersangka pengeboman pesawat Lockerbie di Skotlandia kepada negara Barat. PBB lalu mencabut sanksi-sanksi terhadap Libya.

Amerika Serikat turut menghapus embargo terhadap Libya pada September 2015. Setelah bertahun-tahun mengalami penolakan di dunia Arab, Qaddafi juga menjalin hubungan dengan negara-negara Afrika non-Islam, seperti Afrika Selatan.

Pada Februari 2011, kerusuhan terjadi di negara-negara Arab. Protes besar-besaran terhadap rezim Qaddafi memicu perang saudara antara kaum revolusioner dan loyalis.

Sebulan kemudian, koalisi internasional melakukan serangan udara terhadap kubu Qaddafi di bawah naungan Dewan Keamanan PBB. Pada 20 Oktober, pemerintah sementara Libya mengumumkan Qaddafi telah meninggal dunia, setelah ditangkap dekat kota kelahirannya, Sirte.

Bangkai Kapal Titanic Akhirnya Ditemukan


Setelah 73 tahun tenggelam ke dasar laut Atlantik Utara, ekspedisi bersama antara Amerika Serikat dan Prancis berhasil menemukan bangkai Kapal RMS Titanic pada 1 September 1985. Kapal ditemukan 400 mil timur Newfoundland di Atlantik Utara, pada kedalaman sekitar 12.500 kaki atau 3.800 M.

Dilansir dari History, bangkai kapal terdiri dari dua bagian besar yang terpisah sejauh 600 M. Anjungan kapal masih bisa dikenali dengan jelas, meski sudah mengalami beberapa kerusakan.

Pemimpin ekspedisi dari Amerika Robert D Ballard mengatakan ekspedisi dilakukan dengan mengandalkan kapal selam kecil tanpa awak yang dikembangkan Angkatan Laut Amerika Serikat, yang disebut kapal Argo. Kapal Argo tersebut menyusuri dasar laut dan mengirim foto-foto ke kapal penelitian Knorr. Pada pagi hari, Argo berhasil mengambil gambar puing-puing di dasar laut, yang kemudian terlihat bangkai kapal Titanic yang besar.

Bangkai kapal tersebut kemudian dieksplorasi oleh kapal selam berawak tim ekspedisi. 

Titanic tenggelam pada 15 April 1912 setelah menabrak sebuah gunung es di pelayaran perdananya. Namun, sampai 1985 titik tenggelam dan lokasi bangkainya tidak diketahui.

Sejumlah ekspedisi dilakukan dengan menggunakan sonar untuk memetakan dasar laut. Namun seluruhnya gagal karena berbagai kendala, seperti cuaca buruk, teknologi terbatas, dan strategi yang tidak pas.

Jerman Invasi Polandia di Perang Dunia II


Hari ini, 1 September 1939, pasukan Jerman membombardir Polandia atas perintah Adolf Hitler yang berusaha merebut kembali wilayahnya yang hilang. Insiden tersebut menandai dimulainya Perang Dunia II. 

Dalam menginvasi Polandia, Jerman menggunakan strategi blitzkriegatau serangan kilat. Penyerangan ditandai dengan pengeboman besar-besaran untuk menghancurkan pertahanan udara musuh, serta menghancurkan rel kereta api, jalur komunikasi dan amunisi dengan mengerahkan banyak tentara, tank dan artileri. 

Dilansir dari History, setelah Hitler berhasil mendirikan basis operasi di Polandia sebagai negara target, ia mulai menyiapkan pasukan keamanan untuk memusnahkan musuh Nazi, entah itu yang berbeda ideologi, ras, agama, atau pandangan politik. 

Kamp untuk budak dan tempat untuk memusnahkan warga sipil juga telah disiapkan Hitler. Dalam satu hari Jerman menginvasi Polandia, Hitler bahkan telah menyiapkan pasukan khusus bernama “Death’s Head” untuk meneror penduduk.

Nahasnya, Polandia tidak memiliki rencana strategis untuk melawan Jerman. Meski berjumlah satu juta orang, pasukan Polandia tidak dibekali dengan senjata yang mumpuni.

Polandia justru menggunakan taktik perang lama dengan memilih menyerang Jerman dari depan, bukannya memperkuat pertahanan. Pemikiran kuno Polandia tersebut tentu tidak bisa melawan pasukan Jerman yang lebih besar yang dilengkapi dengan persenjataan modern.

Inggris lalu merespons serangan bom Jerman ke Polandia, tiga hari kemudian.(boy)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.com

Sumber: Sindonews

Related News

No comments:

Leave a Reply