Warga Desa Sukaratu Karawang Tolak Pilkades Antar Waktu

KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Sebagian masyarakat Desa Sukaratu Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menolak pelaksanaan pemilihan kepala desa antar waktu di desa tersebut.  Pilkades antar waktu berkaitan dengan Kepala Desa definitif  H.Aping Setiana tidak bisa melaksanakan tugasnya  karena meninggal dunia pada 28 Juli 2015 lalu. Warga minta pemilihan kepala desa Sukaratu secara langsung.
Warga menuduh pemerintah tidak konsisten menjalankan undang-undang. Seharusnya pemerintah desa segera melaksanakan Pilkades Antar waktu setelah enam bulan masa jabatan Kades definitif kosong dan dijabat Penjabat Kades (Pjs). “Ini kan sudah setahun lebih, sedangkan amanat undang-undang kan hanya enam bulan Pjs itu paling lama. Coba baca Undang-undang nomer 6 tahun 2014 pasal 47 (4), PP 43 2014 Pasal 45, Perda 13  pasal 62 ayat 4.  Semua menyebutkan paling lama enam bulan. Bagaimana ini pemerintah ?” ungkap Enjat Sujatma, tokoh masyarakat setempat kepada BINTANGNEWS.com di rumahnya, Kamis (29/09).

Pemilihan kepala desa melalui musdes menurut Enjat dikhwatirkan penuh rekayasa untuk menggolkan salah seorang calon. “Indikasinya sudah ada kelihatan itu,’ ujarnya, khawatir.
Lebih lanjut Enjat Sujatma menyampaikan, “mendingan kita sama-sama salah, pemerintah(kabupaten,red) salah  tidak melaksanakan undang-umdang. PP dan Perda dengan segera mengeluarkan Perbupnya, masyarakat juga dianggap salah menentang keputusan pemerintah, ya kembalikan saja ke pemilihan kepala desa secara langsung dan serentak.”  ujarnya.

Enjat Sujatma yang mantan Kepala Desa Sukaratu dua periode tersebut mengaku bahwa sikap politik yang diambilnya itu diamini dan didukung oleh warga desa setempat, seperti tertuang dalam surat tertanggal 12 Agustus 2016 yang ditujukan kepada Ketua BPD Desa Sukaratu dan Camat Cilebar, dengan tembusan disampaikan ke Bupati, Ketua DPRD, Ketua Komisi A dan Kepala BPMPD Kabupaten Karawang.

Ditempat terpisah, Entis Sitisna, Kepala Seksi Pemerintahan  Kantor Kecamatan Cilebar mengatakan, bahwa pelaksanaan pemilihan kepala desa antar waktu akan segera dilaksanakan, soalnya Peraturan Bupati yang mengatur tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu sudah terbit. Menurut dia surat tersebut sudah ditandatangani pada 16 September 2016.  Namun demikian surat tersebut belum sempat diperlihatkan dengan alasan masih tahap sosialisasi di level Kabupaten.(ks)
 Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.com




Related News

No comments:

Leave a Reply