Debat Capres Ketiga Jadi Kesempatan Terakhir Trump Yakinkan Rakyat AS

BINTANGNEWS.com – Debat calon presiden Amerika Serikat (AS) akan kembali digelar untuk ketiga kalinya, atau yang terakhir. Ini menjadi kesempatan terakhir bagi capres Partai Republik Donald Trump untuk meyakinkan rakyat AS di tengah berbagai tudingan pelecehan seks yang menghujaninya.

Debat ketiga akan digelar di University of Nevada, Las Vegas pada Rabu (19/10) malam, sekitar pukul 18.00 waktu Las Vegas atau pukul 21.00 US Eastern Time, atau Kamis (20/10) pagi pukul 08.00 WIB. Debat akan berlangsung selama 90 menit tanpa iklan. Demikian seperti dilansir Reuters, Rabu (19/10/2016).
Penyiar berita Fox News Chris Wallace akan menjadi moderator debat ketiga ini. Trump memiliki kesempatan terakhir untuk meyakinkan rakyat AS yang belum menentukan pilihan untuk pilpres saat berhadapan dengan Hillary, yang juga sedang dilanda skandal email. 

"Kali ini menjadi penting, jika Trump memanfaatkan kesempatan untuk kembali ke pencapresan. Dia akan berbicara soal isu-isu itu secara efektif dan berusaha untuk tidak lebih terperosok ke dalam lumpur, dan dia perlu berbicara soal lapangan pekerjaan," sebut pakar strategi politik Partai Republik, Charlie Black.

Sedangkan untuk Hillary, yang selalu mengungguli Trump dalam polling terbaru, debat ketiga ini menjadi kesempatannya untuk memberikan argumen final soal mengapa dirinya paling pantas melanjutkan kepemimpinan Presiden Barack Obama.

"Sulit dibayangkan pada tahap ini, bahwa apa saja yang terjadi dalam debat ini bisa mengubah dinamika keseluruhan pencapresan ini. Saya tidak bisa membayangkan apa yang bisa dilakukan Donald Trump secara positif atau kesalahan Hillary Clinton seperti apa yang bisa mengubah arah pencapresan ini," sebut pakar strategi politik Partai Demokrat, Steve Elmendorf.

Dalam kampanye beberapa waktu terakhir yang lebih fokus pada karakter dibandingkan perbedaaan kebijakan, kedua capres sama-sama memasuki ring debat dengan persoalan masing-masing. Sepanjang minggu ini, Trump terus menyangkal dan membela diri soal tudingan dirinya berperilaku cabul pada sejumlah wanita. Sedangkan Hillary kembali menghadapi persoalan baru terkait skandal emailnya, setelah terungkap bahwa seorang pejabat senior AS melindungi dirinya dengan menekan FBI untuk mengubah klasifikasi salah satu email Hillary selama menjabat Menteri Luar Negeri AS tahun 2009-2013. 

"Dia (Hillary-red) perlu menjawab pertanyaan soal email. Dia belum memberi penjelasan yang tepat. Dia harus lebih baik kali ini. Dan dia harus memperkirakan hal-hal yang tak diduga," tutur pakar strategi politik Partai Demokrat lainnya, Bud Jackson.

Sementara itu, bagi kalangan Partai Republik yang menyaksikan bagaimana Trump tertatih-tatih dalam dua debat terakhir, menyebut debat terakhir di Las Vegas menjadi kesempatan terakhir bagi pengusaha real estate asal New York itu untuk menunjukkan sikap layaknya seorang presiden.

"Trump perlu memberikan argumen penutup yang nyata dan menghentikan serangan personal dan bersikap seperti layaknya seorang panglima tertinggi," cetus pakar strategi politik Partai Republik lainnya, Scott Reed
."(boy)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com


Sumber: Detik.com

Related News

No comments:

Leave a Reply