Hukuman Cambuk Aceh: 'Saya Minta Hukuman tak Hanya untuk Orang Kecil'

BINTANGNEWS.com – Sebanyak tujuh pasangan muda di kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, dihukum cambuk karena dianggap berduaan di tempat sepi serta bercampur pria-perempuan bukan muhrim di suatu tempat.
Satu pasangan dijerat pasal khalwat (mesum) karena tertangkap berduaan di tempat sepi, sementara enam pasangan dijerat khalwat dan ikhtilath (atau bercampur pria dan perempuan bukan muhrim di suatu tempat).
"Saya hanya berharap, hukuman cambuk tidak hanya dijatuhkan pada orang kecil, siapa pun yang melakukan kesalahan harus dihukum sama dan adil," kata pria kelahiran 1993, usai menjalani hukuman.
Adapun seorang terhukum perempuan berinisial AM, yang berusia 21 tahun, hukuman cambuknya ditunda karena sedang hamil tiga bulan. Dia rencananya akan dicambuk sebanyak 23 kali.
Tujuh orang pasangan muda yang dianggap melanggar Qanun atau Perda nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat ini kelahiran antara tahun 1986 dan 1998.
Mereka satu persatu dinaikkan ke atas panggung sebelum dihukum cambuk oleh petugas yang mengenakan penutup wajah.
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin, mengatakan pelaku sebetulnya tidak boleh dimusuhi, tapi harus dirangkul sehingga tidak lagi melakukan kesalahan yang sama. Namun, ia menegaskan, hukuman cambuk itu suddar sesuai dengan aturan yang berlaku di Aceh."(reff)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com

Sumber: BBC


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply