Israel Tolak Masuk Aktivis Inggris Pro-Palestina

BINTANGNEWS.com – Lebih dari 100 penduduk Inggris ditolak masuk Israel selama tahun ini. Dilansir Guardian, Sabtu (22/10), catatan ini meningkatkan dugaan diskriminasi terhadap aktivis-aktivis pro-Palestina oleh pihak imigrasi Israel.
Salah satu warga Inggris yang ditolak Israel adalah Dr Adam Hanieh. Ia adalah seorang dosen senior di School of Oriental and African Studies (SOAS). Hanieh dijadwalkan mengisi tiga kelas di Universitas Birzeit di Tepi Barat bulan September lalu. Namun, ia ditahan selama 10 jam setelah mendarat di Ben Gurion Airport pada 12 September. Universitas mengatakan aksi ini merupakan pelanggaran terhadap kebebasan akademik.

Pejabat universitas mengatakan Hanieh dibawa ke pusat penahanan dan berada di sana semalaman. Esok harinya ia dipulangkan ke London. Ia juga dilarang masuk Israel untuk 10 tahun ke depan. Hanieh adalah satu dari sedikitnya 115 warga Inggris yang ditolak Israel. Dalam periode yang sama, Menteri Timur Tengah Tobias Ellwood mengatakan 129 ribu warga Inggris mengunjungi Israel.
Ia mengonfirmasi ada 50 orang yang pulangkan kembali dari Ben Gurion Airport. Sementara 65 orang dipulangkan dari perbatasan Yordania dan Tepi Barat di Allenby Bridge. Otoritas tidak menyebut alasan penolakan.

Seorang pengacara HAM, Emily Schaeffer Omer-Man mengatakan peraturan kadang diterapkan dengan cara diskriminasi. "Kami telah melihat pola kasus seperti ini dalam lima tahun terakhir yang berdarah Arab atau Palestina," kata dia. Menurutnya, mereka yang 'kena' juga biasanya melakukan pekerja kemanusiaan di Tepi Barat. Emily mengatakan orang Yahudi, bukan aktivis, bukan keturunan Arab atau Palestina akan sangat mudah melewati pemeriksaan.

Sementara sejumlah orang bisa melalui periode interogasi mendalam hanya karena hal kecil yang bertentangan dengan keIsraelan. Mereka yang lolos biasanya diberi kartu izin masuk atau tidak diizinkan masuk dalam tiga bulan ke depan. Pesan bepergian yang diberikan dari Foreign and Commonwealth Office (FCO) memperingatkan bahwa otoritas perbatasan Israel kadang butuh jaminan agar pelancong tidak masuk area Palestina tanpa izin.

Hingga saat ini, otoritas Israel menolak berkomentar soal tuduhan diskriminasi ini. Menurut mereka, pelancong yang ditolak hanya sebagian kecil dari proporsi pelancong yang berkunjung. "165 ribu warga Inggris masuk Israel sejak Januari 2016, menikmati pariwisata Israel, bisnis dan lainnya, sebagai hubungan baik kedua negara," kata sumber Israel anonim.(bin)

ikuti terus sumber informasi dunia di twitter @bintangnews.com

Sumber: Rol

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply