”Laporan Khusus Info Polisi Hari Ini”

Tito Tegaskan Polri dan TNI Siap Amankan Pilkada 2017

BINTANGNEWS.com – Sindonews: Kapolri Jenderal Tito Karnavian berharap pesta demokrasi melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2017 berlangsung lancar dan damai.

Sehingga menurut Tito, usia demokrasi di Indonesia yang sudah berusia 71 tahun ini patut dijaga, sehingga akan menciptakan pemimpin idaman masyarakat.
‎"Salah satu unsur penting jaga stabilitas keamanan, Polri dan TNI didukungstakeholder lainnya bisa bekerja sama jaga kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat)," kata Tito di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (24/10/2016).

Tito mengakui, pihaknya telah menginstruksikan jajaran Polri dari tingkat pusat dan daerah untuk mengamankan pilkada. Langkah tersebut juga diikuti jajaran TNI.

"Tentu kita harus jaga sama-sama. Kami, Polri komitmen jaga kamtibmas bersamastakeholder lainnya," tutur mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu.*** 

Panglima TNI Teken Kerja Sama dengan Australia Hadapi Perang Cyber
Sindones: Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan semua pihak agar mewaspadai munculnya isu cyber sebagai ancaman non tradisional bagi negara baik pada tataran regional maupun global.

Hal tersebut seperti disampaikan Gatot Nurmantyo pada Sidang ke-4 High Level Comitte (HLC) Australia-Indonesia (Ausindo) di Canberra, Australia, Selasa 25 Oktober 2016.

Gatot mengatakan, ancaman perang cyber sudah nyata. Saat ini, tercatat sejumlah negara seperti Singapura telah terkena serangan cyber terhadap peralatan IT di sejumlah lembaga dan kementerian negara.

"Indonesia dan Australia perlu memberikan perhatian serius terhadap meluasnya bahaya cyber pada berbagai lini kehidupan," ujar Gatot melalui keterangan pers, Rabu (26/10/2016).

Melalui forum HLC Ausindo, jenderal TNI bintang empat ini mengajak seluruh peserta sidang untuk mengevaluasi dan membahas langkah-langkah kerja sama yang lebih produktif.


Gatot yakin, upaya kerja sama di bidang cyber bermanfaat bagi peningkatan kapasitas angkatan bersenjata, dan peningkatan keamanan perbatasan Indonesia-Australia serta di kawasan sekitarnya.

"Kerja sama ini juga untuk mempererat tingkatan kerja sama militer kedua negara,” imbuh Gatot.

Forum ke-4 HLC Ausindo yang dilaksanakan di Australia telah menghasilkan kesepakatan di sejumlah bidang seperti, bidang intelijen, bidang operasi latihan, bidang pendidikan dan pelatihan serta bidang logistik. Kesepakatan di berbagai bidang ini diyakini Gatot mampu menjawab segala tantangan yang dihadapi Indonesia dan Australia.***

Humas Polres Tagamus:
Korban Kedua Peristiwa Way Gelang Meninggal Dunia, Kapolsek Kota Agung Hantarkan Jenazah Sampai Ke Pemakaman
Kota Agung – Peristiwa berdarah pada Jumat (21/10/16) sekira pukul 14.00 Wib yang merenggut korban MA (7) dengan luka robek diperut di leher dan ayahnya TR (35) mengalami luka robek di perut dan dada masih dalam penyelidikan Satuan Reserse Kriminal Polres Tanggamus.
Seperti pepatah mengatakan mujur tak dapat diraih, korban TR (35) yang mengalami luka-luka meninggal dunia di rumah sakit umum abdul muluk Bandar Lampung pada Minggu (24/10/16) malam.

Kapolsek Kota Agung, AKP Asep Abdullah mengatakan bersama kepala pekon way gelang, kecamatan kota agung barat kabupaten tanggamus, Tubagus Suhairi pada minggu (24/10/16) sekira pukul 24.00 Wib menerima penyerahan jenazah TR (35) dari Polres Tanggamus.
“serah terima jenazah di laksnakan di polres sekira pukul 24.00 Wib tadi malam, bersama kepala pekon diatarkan ke rumah duka pekon way gelang”

Lanjutnya jenazah TR (35) dibawa kerumah duka di pekon way gelang, AKP Asep Abdullah bersama anggotanya turut hadir pada pemakaman yang di laksanakan di pekon tersebut. (NN).***

Info Militer Indonesia:
"KURSI LONTAR PADA PESAWAT TEMPUR"
Kursi lontar (Ejection Seat) adalah sebuah perlengkapan dalam kokpit pesawat terbang. Umumnya digunakan dalam pesawat tempur sebagai wahana penyelamat bagi penerbang ketika pesawat terbang atau pesawat tempur mengalami kerusakan baik teknis atau terkena tembakan maupun rudal lawan.

Sampai saat ini, penggunaan kursi lontar masih didominasi pada pesawat tempur. Sedangkan pesawat helikopter, penggunaan masih terbatas yakni pada pesawat Helikopter Kamov Ka-50 Hokum dengan kursi lontar Zvesda-K-37-800. Alasan terbatasnya penggunaan kursi lontar dikarenakan bobot kursi lontar yang umumnya pada kisaran 90 kilogram masih dirasakan cukup berat bagi helikopter.

Selain itu karena baling-baling rotornya yang menyulitkan proses pelepasan kursi lontar. Serta Autorotasi juga tidak bisa dilaksanakan jika terbang berada pada ketinggian dibawah 300 meter, sedangkan helikopter umumnya terbang sangat rendah.***

Humas Polres Karawang:
Ceria, Bersemangat, itulah yang tampak diwajah-wajah polisi cilik ini, mereka mengikuti Kegiatan Polisi Sahabat Anak di Mapolres Karawang Rabu ( 26/10/2016 ). Kegiatan Polsanak tersebut diikuti seluruh pelajar dari TK AL-ANIF Cikampek yang berjumlah 55 orang siswa, dan 5 orang guru pembimbing TK AL-ANIF.

Kegiatan Polisi Sahabat Anak tersebut dipimpin oleh AIPTU H. AGUS SWANDANA anggota Dikyasa Sat Lantas Polres Karawang, beserta beberapa Anggota Polwan patroli dari Sat Sabhara, dengan kesabaran polwan-polwan cantik ini memberikan bimbingan kepada pelajar-pelajar tersebut.

Aiptu Agus memberikan pengetahuan tentang rambu-rambu lalu lintas, diselingi beberapa permainan tentang ilmu kepolisian, mudah dalam memberikan teori dan melakukan praktek langsung kepada pelajar tersebut merupakan cara yang dipakai oleh Polisi ini agar anak-anak tersebut dapat mengerti dan memahaminya.

Aiptu Agus menyampaikan “Anak-anak sengaja diperkenalkan kesetiap unit/fungsi yang ada diMapolres Karawang dengan mengunjungi ruangan-ruangan, sambil diberikan Informasi, salah satunya loket pembuatan SIM, lanjutnya” bahkan kami mengajak mereka mengendarai Mobil patroli, karena selama ini mungkin mereka hanya melihat dijalan saja, tapi dengan mengajak mereka naik pasti akan berkesan bagi mereka” katanya.


Kegiatan tersebut disamping menambah pengetahuan namun dapat mendekatkan Polisi dan Anak-anak agar tidak merasa takut, karena tidak jarang bagi sebagian anak akan merasa takut oleh kehadiran polisi.***

Rabu tanggal 26 Oktober 2016, Anggota Polsek Karawang Bhabinkamtibmas kelurahan Palumbonsari Aiptu Ahim memberikan himbauan kepada anak sekolah agar tidak melenceng dalam pergaulan, agar menghindari narkoba dan obat-obatan, tetap memperhatikan peraturan lalu lintas dan menjadi siswa-siswi yang disiplin. Siapa lagi penerus bangsa ini jika bukan anak-anak usia dini.***
 Info TNI Indonesia:
Anggota TNI Terluka Diserang Kelompok OPM di Puncak Jaya, Papua
Jayapura - TNI dari Satuan Taipur mengalami kontak tembak dengan kelompok TPN/OPM kelompok Philia, di Gurage, Puncak Jaya, Papua. Akibatnya, satu anggota TNI mengalami luka tembak di tangan dan kaki.

Kontak tembak terjadi Sabtu (22/10/2016) sekitar pukul 15.00 WIT saat anggota TNI sedang melakukan penjalanan dari kampung Yagonik, Distrik Gurage menuju Gurage, Puncak Jaya, Papua.
Dandim 1714 Puncak Jaya, Letkol In
f Hendriatno saat di hubungi detikcom, membenarkan adanya kontak tembak tersebut yang mengakibatkan salah seorang anggota TNI mengalami luka tembak.

"Ya, benar kejadian itu pada Sabtu sore saat anggota berada di kampung Yagonik, langsung diserang dari atas gunung mengakibatkan satu anggota mengalami luka tembak," ujar Letkol Hendriatno, Minggu (23/10/2016).

Hendriatno menjelaskan kontak tembak itu berawal saat personel tim 1 yang dipimpin Kapten Wirahady bersama Letda Tegar Aji (Maleo) dan Letda Zaenudin (Taipur) melaksanakan perjalanan ke titik kumpul.


Kemudian pukul 15.00 WIT personel dari tim 2 dipimpin Lettu Inf. Wahyu (Taipur) dan Lettu Inf Agung (Dantimsus 1 Maleo) melaksanakan konsolidasi ke titik kumpul melalui Sabuk Biru, saat itulah terdengar tembakan dari atas gunung. Kemudian anggota melakukan tembakan balasan.
"Pada saat kontak tembak tersebut, anggota personel tim 2 atas nama Pratu Yani terkena tembakan di bagian tangan kiri dan kaki sebelah kanan," katanya.

"Kondisi Pratu Yani mengalami pendarahan dan langsung dievakusi (tandu) menuju Pos Gurage, dan saat ini kondisinya sudah membaik," tambah Letkol Hendriatno.***

Humas Polres Bangli:
ZIARAH ROMBONGAN BHAYANGKARI CABANG BANGLI KE TMP PENGLIPURAN DALAM RANGKA HKGB KE 63.
Bangli – Dalam rangka menyambut HUT Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-63, Bhayangkari Cabang Polres Bangli mengadakan kegiatan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Desa Penglipuran, Senin (17/10).

Sebelum diadakan tabur bunga terlebih dahulu dilakukan upacara ziarah yang dipimpin langsung oleh Ketua Cabang Bhayangkari Cabang Banglii, Ny Ully Danang Beny.K.S.Ik
Selain diikuti oleh pengurus cabang, kegiatan ini juga diikuti oleh semua pengurus ranting Bhayangkari di 4 Polsek yang ada di Polres Bangli.

Seperti diketahui Bhayangkari merupakan organisasi istri Polri yang lahir atas gagasan Ny. HL. Soekanto pada tanggal 17 Agustus 1949 di Yogyakarta, dan sebagai ketua pengurus besar dijabat oleh Ny. T. Memet Tanumidjaya.

Pada tanggal 19 Oktober 1952,dilaksanakan konferensi istri polisi yang dihadiri oleh 27 perwakilan daerah, dimana telah diputuskan untuk bersatu dalam gerak perjuangan melalui wadah tunggal organisasi persatuan istri Polri Bhayangkari dan tanggal tersebut ditetapkan pula sebagai Hari Anak-Anak Kepolisian.


Berselang empat tahun diadakan kongres kedua pada tanggal 25 Desember 1956, telah disahkan Cupu Manik Astagina sebagai lambang Bhayangkari.
Kongres ketiga dilaksanakan tahun 1959, pada kesempatan tersebut disahkan Himne Bhayangkari gubahan RAJ. Sudjasmin dengan syair oleh Ny. SA. Legowo.

Kongres kelima tahun 1963 menetapkan bahwa tanggal 19 Oktober 1952 merupakan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari.

Pada tanggal 15 April 1964 istri ketiga angkatan dan Polri bergabung dalam satu wadah organisasi yang di sebut Dharma Pertiwi, dimana pada waktu itu terpilih sebagai ketua adalah Ny. B. Soewito dari Bhayangkari, sedangkan Mars Bhayangkari disahkan pada rapat kerja dewan pimpinan Bhayangkari pada tahun 1970 di Jakarta.

Sesuai kebijaksanaan pimpinan Hankam tentang organisasi ABRI tahun 1971 terjadi perubahaan corak kepemimpinan dari tidak fungsional menjadi fungsional, Ketua Umum Bhayangkari pertama yang secara fungsional dijabat oleh Ny. Muhammad Hasan.

Tahun 1974 pada Musyawarah Pusat Bhayangkari IX, sebutan persatuan potensi wanita polri Bhayangkari berubah menjadi Persatuan Istri Anggota Polri Bhayangkari dan merupakan organisasi ekstra struktural yang berada dibawah pembinaan Polri.


Bhayangkari dari tahun ke tahun terus berkembang dalam menjalankan roda organisasinya yang selalu bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga serta membantu tugas-tugas Polri.
Dan dengan adanya reformasi pergantian kepemimpinan nasional tahun 1998, Polri pun ikut mereformasi diri, serta adanya tuntutan dari rakyat agar Polri pisah dari ABRI berdasarkan instruksi dari Presiden No. 2 tahun 1999 dan sementara dibawah Menhankam.

Pada tanggal 22 Juni 1999 diadakan Musyawarah Nasional Dharma Pertiwi IX, pada Munas itu secara resmi Bhayangkari pisah dari Organisasi Induk Dharma Pertiwi.

Setelah melalui proses kemandirian Polri, maka pada tanggal 1 juli 2000, sesuai Keputusan Presiden RI Nomor 89 tahun 2000 tentang kedudukan Kepolisian Negara Republik Indonesia berada langsung dibawah Presiden Republik Indonesia, dan Bhayangkari pun lansung dibawah pembinaan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dengan adanya tuntutan reformasi,guna ditegakkannya supremasi hukum dan Polri Mandiri, maka pada tanggal 25 April 2001 dengan keluarnya Kepres No. 54 tahun 2001 dimana jabatan Waka Polri ditiadakan.


Atas keputusan tersebut berubah menjadi Sekjen Polri kemudian pada tanggal 21 Juni 2001 keluar kembali Kepres No. 77 tahun 2001 tentang diadakan kembali jabatan Waka Polri.
Namun tidak berjalan lama dan mengalami perubahan lagi,sehingga keluar pula Kepres No. 97 tahun 2001 tentang pencabutan kembali stuktur jabatan Waka Polri.

Karena adanya tuntutan kepentingan tugas, dengan Kepres No. 70/2002 tanggal 10 Oktober 2002 tentang organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia, maka diadakan validasi Polri.

Hal ini tentunya mempengaruhi struktur Organisasi Bhayangkari, sehingga untuk kepengurusan di Pengurus Pusat Bhayangkari menghapus jabatan Ketua Harian Bhayangkari dan membentuk sekaligus mengangkat Wakil Ketua Umum Bhayangkari.

Dari tahun ke tahun Bhayangkari selalu meningkatkan kemampuan dalam berorganisasi yang sejalan dengan kemajuan jaman dimana langkah dan kiprah Bhayangkari selalu mencerminkan kemajuan Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan tekad yang tulus untuk menjadi suri tauladan dan panutan bagi keluarga dan masyarakat. (res).***
 
HUMAS Polres Probolinggo KOTA:
APEL PAGI DIPIMPIN KAPOLRES PROB KOTA
Apel pagi di Lap.Apel Res Prob Kota dipimpin Kapolres Prob Kota AKBP Hando Wibowo di ikuti Waakapolres,para Kabag, Kasat, Kapolsek ,Pama, anggota dan PNS Jajaran Res Prob Kota, sebelum memberikan amanatnya Kapolres memimpin pembacaan surat Asma’ul Husna yang di ikuti oleh seluruh peserta Apel, dalam amanatnya Kapolres menekankan agar seluruh anggota sering melakukan Patroli disimpul-simpul yang rawan guna menekan Kriminalitas di wilayah Hukum Res Prob Kota, , selama giat tersebut, situasi tertib dan lancar.***

Humas Polda Lampung:
KAPOLDA LAMPUNG MELAKSANAKAN KUNJUNGAN KERJA KEPOLRES METRO 
Pada hari Rabu 26 Oktober 2016, Kapolda Lampung tiba di Mako
 PolresMetro sekitar jam 15.20 Wib disambut Kapolres dan Jarmat Polres Metro. Selanjutnya Kapolda Lampung menuju ruang Kapolres untuk bersilaturahmi dengan Muspida Kota Metro yang sudah menunggu.

Dilanjutkan Kapolda Lampung menuju ke Aula Devia Cita
 Polres Metro untuk mendengarkan paparan laporan kesatuan oleh Kapolres Metro serta memberikan arahan kepada seluruh anggota Polres Metro.***

Humas Polres Lhokseumawe:

Polres Lhokseumawe Berhasil Tangkap Dua Tersangka Terkait Bom Lapas

Kapolres Lhokseumawe Realese penangkapan kedua tersangka di Polres Lhokseumawe.” selasa (25/10/2016)
Tribratanews-polreslhokseumawe.com- Polres Lhokseumawe Berhasil Tangkap Dua Tersangka Terkait Bom di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Lhokseumawe.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendiri Budiman, SH, S.Ik, MH saat press realese menyampaiakan keduanya tersangka itu adalah narapidana di Lapas Lhokseumawe berinisial A dan R, warga Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. R ditangkap setelah polisi melihat isi rekaman kamera pengintai di lapas tersebut.
Dilanjutkan, Setelah bom meledak, R ini kabur, namun handphone-nya terjatuh. Kita selidiki dan akhirnya kita temukannya, R membantu narapidana tersangka F untuk membelikan bahan merakit bom. Bom tersebut dirakit di dalam lapas.

Adapun A diduga membantu Fauzi merakit bom di dalam lapas, aat ini, R dan A ditahan kita tahan. Adapun seorang tersangka lainnya F masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Kasih Ibu.
ditambahkan, ledakan di lapas itu mengakibatkan tiga napi luka-luka. F mengalami luka paling parah dan tangannya harus diamputasi karena terkena bom yang dirakitnya sendiri.” tegas Kapolres. (Humas Polres Lhokseumawe).***
BINTANGNEWS.com:

”Salam Tribrata. Siap Komandan, dengan tidak mengurangi rasa hormat kami, hanya sebatas usul mengingat giat anda adalah Info penting bagi masyarakat luas. Kalau bisa mohon dinding akun anda dibuka, (tidak Privasi) dengan melalui topik berita ”Laporan Khusus Info Polisi Hari Ini” walaupun kami ambil hanya secara acak.

Insya Allah giat anda bisa dibaca masyarakat luas dan, dibaca oleh semua Humas Polres dan Humas Polda, karena kami telah berteman dengan semua akun Humas Polri di seluruh wilayah hukum Indonesia,” terimakasih atas kerjasamanya. (by. BINTANGNEWS.com).***
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.com

Sumber: Polri 

Related News

No comments:

Leave a Reply