Pentagon: Ingin Seperti Hitler, Komentar Duterte Sangat Mengganggu

BINTANGNEWS.com – Kepala Pentagon Ashton Carter, mengatakan, komentar Presiden Filipina Rodrigo Duterte, sangat mengganggu. Duterte sebelumnya mengaku akan senang membantai jutaan pecandu dan gembong narkoba di Filipina seperti Hitler yang senang membantai jutaan orang Yahudi di masa lalu.

Carter mengatakan bahwa dia tidak membahas komentar Duterte dengan rekan Filipina-nya, Delfin Lorenzana, saat menghadiri pertemuan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara di sebuah resor di Oahu.
”Hanya berbicara untuk diri saya sendiri secara pribadi, saya menemukan komentar ini sangat mengganggu,” kata Carter. Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) ini mencatat bahwa Filipina adalah sekutu AS berdasarkan pakta perjanjian lama.

”Seperti semua aliansi, itu tergantung pada kelanjutan dari rasa kepentingan bersama,” kata Carter. “Sejauh ini dalam sejarah AS-Filipina yang kami miliki. Kami berharap untuk melanjutkan itu. Tapi itu sesuatu yang kita terus bahas dengan Pemerintah Filipina,” lanjut bos Pentagon ini, seperti dikutip Philstar, Sabtu (1/10/2016).

Sebelumnya, Duterte telah membuat rentetan komentar yang membuat AS gerah. Pada awal September lalu, Presiden Barack Obama membatalkan pertemuan dengan Duterte setelah pemimpin Filipina itu menghina dengan menyebut Obama “anak pelacur”. Namun, Duterte kemudian menyesali komentarnya.

Awal pekan ini, Duterte mengatakan latihan militer bersama Filipina dan pasukan Amerika AS yang dijadwalkan minggu depan akan menjadi latihan yang terakhir. Anehnya, menteri luar negeri negara itu menyebut keputusan seperti yang dilontarkan Duterte belum final.

Meski demikian, AS berencana untuk meminta klarifikasi tentang masa depan latihan militer bersama AS-Filipina, menyusul komentar Duterte.(boy)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com

Sumber: Sindonews


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply