Pilpres AS Dibayangi Serangan Hacker

BINTANGNEWS.com – Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, Jeh Johnson mengatakan, hacker diduga mencoba meretas sistem pemilu AS. Namun, sejauh ini tidak ada tanda-tanda para hacker telah berhail memanupulasi data.

"Dalam beberapa bulan terakhir, aktor maya berbaya telah menindai sejumlah besar sistem negara, yang bisa menjadi pembukaan upaya penyusupan," kata Johnson dalm sebuah pernyataan.
"Dalam beberapa kasus, kami telah menetapkan bahwa aktor berbahaya memperoleh akses ke sistem terkait voting negara. Namun, pada saat ini, kita tidak menemukan adanya manipulasi data," sambungnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (2/10/2016).

Kandidat presiden dari Partai Republik Donald Trump berulang kali menuduh bahwa sistem pemilu AS telah dicurangi. Sedangkan politisi top Demokrat di Kongres telah menuduh Rusia di belakang upaya berulang kali mencoba untuk mengakses baik data partai dan sistem voting negara.

Kepala Komite Nasional Demokrat, Donna Brazile, bulan lalu mengatakan organisasi itu telah diretas oleh agen yang disponsori Rusia yang mencoba untuk mempengaruhi pemilihan, ketika para pemilih akan memilih antara mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dan Donald Trump.

Debbie Wasserman Schultz mengundurkan diri sebagai ketua DNC pada malam Konvensi Nasional Demokrat Juli setelah WikiLeaks membocorkan email para petinggi Partai Demokrat. Bocoran email tersebut menunjukkan pejabat partai yang mendukung Hillary Clinton ketimbang Senator Bernie Sanders selama kontes pencalonan partai.(boy)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com

Sumber: Sindonews


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply