Subsidi Listrik Pemilik Panel Matahari di Australia Dihentikan

BINTANGNEWS.com – Sekitar 60 ribu pemilik solar panel di Australia Selatan mulai sekarang harus membayar tagihan listrik lebih besar setelah subsidi yang sebelumnya diberlakukan dihentikan sejak 30 September 2016.

Setelah di Australia, mulai 1 Januari 2017, hal yang sama juga akan diberlakukan di negara bagian New South Wales dan Victoria, sehingga secara keseluruhan sekitar 250 ribu pemilik panel solar ini tidak akan lagi menikmati subsidi yang mereka dapatkan.
Dewan Energi Australia mengatakan bahwa bonus yang diberikan pada awalnya untuk mendorong warga memasang panel solar di rumah mereka, sudah berakhir dan sudah waktunya mengembalikan keseimbangan di pasar energi. Sarah McNamara dari Dewan Energi Australia mengatakan para pemilik panel solar ini sekarang akan membayar nilai sebenarnya dari energi yang mereka hasilkan.

"Sampai sekarang, di Australia Selatan, para pemilik solar panel ini mendapatkan bonus yang sangat tinggi, dan karenanya mereka yang tidak memiliki panel solar harus mengsubsidi silang. Tarif ini adalah tarif yang jauh lebih tinggi dari nilai sebenarnya dari energi yang mereka hasilkan," katanya.

Beberapa tahun lalu, guna mendorong pemasangan solar panel lebih banyak pemerintah Australia Selatan memberikan insentif bagi energi yang dihasilkan oleh pemilik panel. Banyak diantara mereka, memiliki pasokan energi yang dijual ke pemasok listrik resmi sehingga mereka tidak harus membayar tagihan listrik.

Namun Reece Turner dari Solar Citizens mengatakan sebenarnya bayaran untuk listrik yang dihasilkan oleh panel solar ini terlalu rendah. "Harga yang dibayar di New South Wales misalnya dimana tidak ada peraturan minimum yang dibayarkan adalah sekitar seperempat dari harga listrik dari pembangkit resmi." kata Turner.

"Jadi pada dasarnya seseorang yang memiliki listrik dari solar, penyalur listrik resmi membeli senilai 6 sen, dan kemudian menjualnya dengan harga empat kali lipat."

Turner mengatakan bahwa dia khawatir bahwa pihak berwenang yang mengatur tarif listrik di Australia Selatan akan menghapus tarif minimum penjualan listrik yang dihasilkan panel solar, hal yang sudah dilakukan di NSW. "Untuk mengatakan bahwa pasar pasokan listrik di Australia Selatan sangat kompetitif, pernyataan itu mungkin datang dari planet lain."

Namun McNamara dari Dewan Energi Australia membantah hal tersebut, dengan mengatakan hal yang sama sudah berlaku di Queensland Tenggara. "Tarif bayaran yang ditawarkan oleh pemasok bervariasi antara 4 sen per kw/jam sampai 11 sen." katanya.

"Jadi ada variasi di Queensland dan ini menunjukkan adanya persaingan sehat diantara pemasok bahkan tanpa adanya harga minimum yang harus dibayarkan."

Memakai Sendiri Listrik yang Dihasilkan

Salah seorang warga di Adelaide, Ian Buckland mengatakan bahwa tagihan listriknya turun dari 12 ribu dolar AS (Rp 120 juta) setahun menjadi rata-rata 450 dolar AS (sekitar Rp 4,5 juta) setelah dia membeli rumah di North Adelaide yang memiliki panel solar tiga tahun lalu.
"Kami membeli hanya beberapa saat sebelum batas waktu penurunan tarif, yang turun menjadi 16 sen. Jadi kami mendapat harga bagus, dan membuat tagihan listrik kami turun tajam," kata Buckland.
Buckland mendapat bayaran 22 sen per kw/jam atas listrik yang dihasilkan oleh panel solar miliknya yang dijual otomatis kepada pemasok resmi. Dan mulai sekarang, dia hanya akan dibayar sekitar 6,8 sen, dengan bonus 16 sen sebelumnya bakal dihapus.
"Tampaknya di tiga bulan berikut ini, September sampai Desember, kami akan membayar 160 dolar AS tambahan, dan secara keseluruhan sepanjang tahun kami harus membayar tambahan 500 dolar AS," katanya.
Tanpa memandang masalah apakah ada tarif minimum atau tidak, pengurangan tarif pembelian listrik oleh pemasok resmi ini akan membuat pemilik panel solar akan menggunakan listrik di rumah mereka sebanyak mungkin. "Kami harus menggunakan apa yang kami hasilkan sendiri, misalnya mesin cuci di siang hari ketika kami mendapat pasok listrik dari panel solar sendiri," katanya.(boy)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com


Sumber: Rol

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply