Bengkaknya Silpa Dana Kapitasi, Sekda Karawang Salahkan Dinkes

KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Tingginya Dana silpa kapitasi  BPJS tahun 2015 di seluruh Puskesmas yang  mencapai hampir Rp 18 Miliar, menjadi pertanyaan besar bagi Sekertaris Daerah (Sekda) Karawang Teddy Rusfendi Sutisna, sehingga dirinya meminta Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Karawang dr. Yuska Yasin untuk mengevaluasi kinerja seluruh UPTD Puskesmas-puskesmas di Karawang.

"Anggaran itu ada peruntukannya kan, kenapa tidak habis? silahkan evaluasi," kata Teddy, saat ditemui di ruangan kerjanya, Rabu (02/11).



Teddy juga menuturkan, untuk menyikapi bengkaknya silpa yang ada di rekening setiap UPTD Puskesmas tersebut dengan melayangkan surat edaran serta teguran untuk Kadinkes Karawang,  agar Dinkes lebih canggih dalam penggunaan item per itemnya kalau perlu lebih terbuka agar masyarakat menjadi jelas.


Teddy marah besar ketika disinggung mengenai beredarnya isue terkait pungutan kepada setiap UPTD Puskesmas sebanyak Rp. 5 juta untuk menutupi temuan BPKP Jawa Barat.



"Harus jelas dulu itu yang nerima siapa? apakah Kadinkes, apakah saya?, Apakah bupati ?. Kalau 5 juta rupiah dikali 50 UPTD Puskesmas, sekitar Rp  250 juta itu bukan uang  jumlah kecil. Makanya ini juga yang akan saya tanyakan kepada Dinkes Karawang," tandasnya.



Sekda Karawang juga meminta kepada para awak media, agar menyampaikan kepada  pemerintah pusat yaitu Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek melalui pemberitaan, agar meninjau kembali tata cara penggunaan dana kapitasi. Kami berharap dana kapitasi itu diberikan secara pelayanan bukan kepesertaan , karena banyak menimbulkan konflik kecemburuan.



"Karena jika berdasar kepada kepesertaan hampir di seluruh Indonesia dan termasuk di Karawang, cenderung selalu menimbulkan kecemburuan dan konflik, tolong titip pesan saya ini, mungkin dibaca oleh pemerintah propinsi atau pusat", pungkasnya.(nina)


Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com

Related News

No comments:

Leave a Reply