Jokowi Tak Tegas Tangani Kasus Ahok, Dianggap Presiden Amatiran

BINTANGNEWS.com –  Presiden Joko Widodo dianggap sebagai presiden yang amatiran. Pasalnya, pria yang akrab disapa Jokowi itu dinilai tidak tegas terhadap kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 
Jokowi juga dianggap berupaya melindungi Ahok, karena lambat memberikan penegasan tentang kasus penistaan agama itu dan menghindari perwakilan masyarakat yang berdemonstrasi kemarin terkait kasus Ahok itu.

"Itu makanya saya bilang, siapa sih Ahok ini? Masa iya Jokowi, dia kan harus melindungi bangsanya," kata Anggota Komisi III DPR M Syafii saat dihubungi Sindonews, Sabtu (5/11/2016).

Menurut Syafii, Jokowi seharusnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, melindungi segenap tumpah darah bangsa. "Ini semua dia korbankan demi Ahok, gitu lho," tuturnya.

Dirinya pun berpendapat, sebenarnya kegaduhan soal kasus dugaan penistaan agama itu sederhana untuk menyelesaikannya. Yakni memproses hukum Ahok, sebab Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai Ahok telah menistakan agama terkait perkataan yang bersangkutan soal surat Al Maidah 51.

"Tapi kan tidak mau, ada apa? Maka kita menduga, Ahok ini adalah subjek kunci," ungkapnya.

‎Seharusnya lanjut dia, Jokowi mundur dari jabatan presiden karena tidak berani menindak Ahok. "Jadi, demi kekuasaannya, demi Pilpres 2019, agar semua katakanlah toke-toke yang back up dia, maka dia pertahankan Ahok walaupun itu," tutur Anggota Dewan Penasihat Partai Gerindra ini.

‎Maka itu dirinya menilai Jokowi sebagai presiden amatiran. "Kenapa amatiran? Dia tidak berani menegakkan hukum, tapi mau jadi presiden, kan amatiran namanya itu," ungkapnya.

Selain itu, blusukan ke masyarakat yang dilakukan Jokowi selama ini juga dianggap hanya pencitraan. "Selama ini sok turun ke masyarakat, ketika masyarakat yang demonstrasi 4 November ingin bertemu sama dia, dia malah ngacir ke bandara," pungkasnya.(jon)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com

Sumber: Sindonews

Related News

No comments:

Leave a Reply