Kapolri Deteksi Rencana Makar di Balik Femonstrasi 2 Desember

BINTANGNEWS.com –  Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menengarai ada rencana makar di balik demonstrasi yang bakal digelar sejumlah organisasi massa pada 25 November dan 2 Desember mendatang.
"Untuk yang tanggal 25 November akan ada unjuk rasa di DPR, namun ada upaya tersembunyi dari kelompok yang ingin masuk ke DPR dan mau kuasai DPR," kata Tito, dalam konferensi video dengan para pejabat tinggi Polri-TNI.
Tito menambahkan, Polri-TNI siap mengambil tindakan mengingat aksi makar diberikan sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 104, 105, 106, dan 107 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
"Kalau itu bermaksud menjatuhkan atau menggulingkan pemerintah, itu termasuk pasal makar. Oleh karena itu, bila ada upaya-upaya seperti itu, kita akan melakukan pencegahan dengan memperkuat gedung DPR-MPR sekaligus juga membuat rencana-rencana. Bila terjadi kita akan ambil tindakan," kata Tito.
Dia secara tegas melarang demonstrasi pada 25 November dan 2 Desember, apabila menutup Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin di Jakarta.
"Kalau mau salat Jumat di Istiqlal, Monas, Lapangan Banteng monggo. Tapi kalau di jalan raya yang menutup di jalan vital, strategis Jakarta, tidak bisa," ujarnya.
Sebelumnya, Munarman selaku juru bicara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI, mengaku berencana menggelar demonstrasi bertajuk 'Aksi Bela Islam Jilid 3' pada 2 Desember 2016 mendatang.
Titik kumpul massa, kata Munarman, tidak akan bertempat di Masjid Istiqlal namun Bundaran HI. Munarman mengklaim bahwa aksi itu akan diisi oleh doa dan zikir, alih-alih orasi.

Aktor politik

Hampir pada waktu bersamaan ketika Kapolri dan Panglima TNI mengadakan konferensi video, Presiden Joko Widodo bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Sukarnoputri, di Istana Negara.
Saat itu Presiden Jokowi mengulangi pernyataannya beberapa waktu lalu bahwa terdapat aktor politik yang disebutnya menunggangi unjuk rasa 4 November yang berakhir ricuh.
"Pemilihan gubernur dan wakil gubernur sama, di mana-mana pasti suhunya hangat. Dinamika pasti lebih tinggi dibandingkan dengan keadaan normal. Tapi, ya itu. Ada yang menunggangi untuk kepentingan-kepentingan yang lain. Ada aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi," kata Presiden Jokowi.
Presiden tidak pernah menyebut siapa yang dimaksud identitas aktor politik tersebut.(jon)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com
Sumber: Sindonews


Related News

No comments:

Leave a Reply