Kedoya Jadi Tempat Keenam yang Menolak Kedatangan Ahok

BINTANGNEWS.com – Penolakan terhadap Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Jalan Kedoya Raya RT03/06, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, hari ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya cagub DKI Jakarta itu sudah beberapa kali diusir warga saat hendak kampanye maupun kunjungan kerja.
Kekesalan warga terhadap Ahok lantaran kerap menggusur permukiman warga dan kasus dugaan penistaan agama. Maka itu, mereka menolak kedatangan Ahok di wilayah mereka.

Pertama penolakan saat Ahok kunjungan kerja ke Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Penjaringan Indah, Jakarta Utara, pada Jumat 24 Juni 2016.
Tidak hanya itu, saat kunjungan kerja ke RPTRA Akasia, Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat 21 Oktober 2016, Ahok juga ditolak oleh warga sekitar. Alasannya, karena mereka tidak senang dengan kedatangan 'Gubernur Tukang Gusur'.

"Saya pernah menjadi korban gusuran yang dilakukan Ahok. Setelah digusur, bukannya direlokasi malah dibiarkan. Dikasih unit rusun tapi harus sewa," kata Mimi, salah seorang warga Tebet.

Tidak hanya dijuluki tukang gusur, Ahok juga kerap berkata yang tidak pantas dilontarkan oleh seorang pemimpin. Bahkan, belakangan ini tengah ramai ucapan Ahok yang diduga telah menistakan agama terkait Surat Al-Maidah ayat 51.

Akibat ucapannya itu, gelombang penolakan terhadap Ahok terus bergulir hingga masa kampanye Pilgub DKI Jakarta 2017. Dalam konteks itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan sikapnya, kalau Ahok bersalah lantaran telah melakukan penistaan agama.
Seperti yang terjadi di Jalan Ayub, Rawa Belong, Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ahok ngibrit setelah warga menolaknya datang ke wilayah mereka.
Alasan warga menolak karena daerahnya tidak ingin didatangi penista agama. Tak hanya menolak, warga juga mengejar hingga Ahok terpaksa naik mobil angkutan umum.(jon)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com

Sumber: Sindonews

Related News

No comments:

Leave a Reply