Presiden Korsel Diprediksi Mundur

BINTANGNEWS.com – Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-hye diprediksi akan mengundurkan diri dalam beberapa pekan ke depan, menyusul skandal pertemanan yang berujung kasus korupsi. Ban Ki-moon, Sekjen PBB, disebut sebagai salah satu figur yang difavoritkan sebagai pemimpin Negeri Ginseng tersebut. 
Sabtu lalu (26/11), lebih dari 1 juta demonstran membanjiri jalanan Seoul. Mereka menuntut Presiden Park untuk mengundurkan diri. Sentimen negatif publik menjadikan posisi Park semakin sulit. Meskipun undang-undang Korsel tidak akan menjerat presiden yang berkuasa, saat tidak lagi menjabat Park bisa saja akan menghabiskan masa tuanya di penjara. Hingga lima pekan setelah skandal pertemanan dengan Choi Soon-sil mengemuka ke masyarakat, Park belum menunjukkan sinyal akan mundur. 

Padahal Park diduga terlibat dalam skandal tersebut di mana Choi memanfaatkan pertemanannya untuk memengaruhi konglomerat agar menyumbang ke yayasan amalnya. Namun belum ada bukti kuat yang bisa menjerat Park. Hanya saja nama baik Park telah tercemar. 

”Kita mungkin melihat akan adanya pengunduran diri (Park). Itu akan disusul dengan pemilu ulang secepatnya untuk memilih presiden mendatang,” kata profesor politik dari Universitas Nasional Seoul (SNU) Kwon Hyeong-ki seperti dilansir South China Morning Post. ”Ini adalah skenario pertama. Banyak pihak yangmenyerukanprosesiniharus berjalan sekarang,” paparnya. 

Menurut Kwon, masih banyak kemungkinan skenario lain. Dia tetap memprediksi Park mungkin akan mundur dan menyerahkan kekuasaannya sesuai dengan undang-undang. Alternatif lain, Park juga mungkin akan memiliki perdana menteri (PM) baru yang dipilih para pemimpin oposisi. ”Nantinya PM baru itu akan menjalankan pemerintahan hingga masa akhir kekuasaan Park (Desember 2017),” tutur Kwon. 

Namun, menurut dia, skenario pemilihan PM baru tersebut tidak akan terjadi. Kenapa? ”Gelombang demonstrasi semakin kuat. Waktu juga terus berjalan. Sangat tidak mungkin Park mempertahankan kekuasaannya,” tutur dia. Hal senada juga diungkapkan profesor politik dari Universitas Georgetown David Steinberg. Mantan perwakilan Asia Foundation di Korsel itu menyatakan demonstrasi tidak boleh diabadikan pemimpin Korsel. 

”Pihak konservatif, orang yang dihormati, dan para profesor berusia tua juga ikut berdemonstrasi. Mereka berbicara tentang sesuatu yang salah,” katanya kepada The Korea Times. Akibat keras kepala dan tidak mau mengundurkan diri secepatnya setelah skandal korupsi meluas, banyak pihak menuding Park mirip dengan ayahnya, Park Chung-hee, jenderal yang menjadi pemimpin Korsel selama 20 tahun. Keinginan Park untuk terus berkuasa dan tidak mendengarkan suara rakyat membuat dia dianggap mewarisi trah diktator seperti ayahnya. 

”Park memang mirip ayahnya. Itu karena dia tidak ingin mengundurkan diri atas dasar keinginannya. Park juga tidak merasa bersalah dengan apa yang dilakukannya,” kata Oh Young-jin, jurnalis The Korea Times. 

Segera Dimakzulkan 

Partai oposisi Korsel kemarin menyarankan partai berkuasa Saenuri bergabung untuk memakzulkan Presiden Park. Mereka juga meminta agar partai berkuasa tersebut merespons demonstrasi besar-besaran yang dilaksanakan rakyat Korsel. Partai oposisi, Partai Demokrat, akan menyiapkan mosi tidak percaya pada pemungutan suara pada bulan depan. Mereka berambisi sedikitnya 200 anggota parlemen dari 300 anggota Dewan Nasional ikut mendukung mosi tidak percaya. 

”Rakyat sudah mengekspresikan perlawanan melalui aksi demonstrasi yang berhasil memecahkan rekor,” demikian keterangan Partai Demokrat seperti dilansir Yonhap. ”Presiden seharusnya merespons tuntutan rakyat,” paparnya. Partai Demokrat, Partai Rakyat, dan Partai Keadilan hanya memiliki 165 anggota parlemen. Untuk itu mereka juga harus membujuk sedikitnya 28 anggota parlemen dari Saenuri untuk memenuhi batas minimum pemakzulan.
Sedikitnya 40 anggota parlemen diperkirakan bergabung dengan proses pemakzulan. Namun Partai Saenuri dikabarkan masih terpecah dalam menyikapi pemakzulan. Banyak loyalis Park dan kelompok yang tidak suka dengan Park. ”Kita sangat memahami makna di balik demonstrasi cahaya lilin yang digelar seluruh rakyat Korea,” kata juru bicara Partai Saenuri. Namun mereka akan fokus untuk menormalisasi hubungan kenegaraan yang lumpuh akibat skandal tersebut. Terus siapa yang akan menggantikan Park jika dia lengser? 

Nama Sekjen PBB Ban Ki-moon yang akan segara habis masa jabatannya menjadi politikus yang paling banyak didukung untuk memimpin Korsel. Jajak pendapat yang digelar JoongAng Ilbomenyatakan 28,4% responden mendukung Ban sebagai presiden mendatang. Bukan hanyadidalamnegeri mendapatkan dukungan, Ban juga difavoritkan Beijing. Ban diprediksi akan bergabung dengan Partai Saenuri yang konservatif. Dengan dukungan Saenuri, Ban berharap akan maju pada pemilu presiden yang akan digelar pada Desember 2017. 

Namun Ban belum menyatakan bakal mencalonkan diri atau tidak. Lembaga jajak pendapat Realmeter menyatakan dukungan terhadap Ban turun menjadi 17,1%. Itu pertama kali dia turun dari posisi teratas sejak Juni lalu saat para pemilih Korsel mulai menempatkan Ban di antara para calon yang berpotensi.(boy) 
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com
Sumber: Sindonews


Related News

No comments:

Leave a Reply