Sidang Paripurna APBD Karawang untuk 2017, 'Mencapai Rp 4,353 triliun'

Ilustrasi Foto
KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Sidang Paripurna Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) untuk 2017, di ruang sidang gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang, jawa Barat, kini mencapai sebesar Rp 4,353 triliun, Rabu 23 November 2016.

Dalam sambutannya Bupati Karawang, dt. Cellica Nurrachadiana, menyampaikan,” Pemerintah Kabupaten Karawang, kini telah memproyeksikan Rencana Belanja Daerah untuk tahun 2017 sebesar Rp 4,353 triliun. Sementara dalam proyeksi pendapatan di tahun yang sama sebesar Rp 4,49 triliun. Dengan kata lain, masih ada defisit anggaran sebesar Rp 29,267 miliar dalam (RAPBD) 2017 ini,” ujar Cellica.


Masih menurut Cellica, proyeksi pendapatan sebesar Rp 4,49 triliun, yang bersumber dari pajak daerah Rp 806,510 miliar, retribusi daerah Rp 125,85 miliar, pengelolaan kekayaan daerah Rp 8,282 miliar dan lain-lain, pendapatan daerah yang sah Rp 295,337 miliar. 

"Dana perimbangan kami proyeksikan sebesar Rp 2,175 triliun yang bersumber dari dana bagi hasil pajak Rp 337,64 miliar, DAU (dana alokasi umum) Rp 1,363 miliar dan DAK (dana alokasi khusus) Rp 474,837 miliar," ujar Cellica, di Forum peserta paripurna DPRD Karawang.

Sementara untuk lain-lain, pendapatan sah diproyeksikan sebesar Rp 638,797 miliar. Rincian ini adalah, dana bagi hasil pajak dari provinsi sebesar Rp 329,823 miliar, dana penyesuaian dan otonomi khusus sebesar Rp 255,530 miliar, dan dana insentif daerah sebesar Rp 53,444 miliar. "Rencana anggaran belanja daerah tahun 2017, diproyeksikan sebesar Rp 4,165 triliun," papar Bupati Karawang.

Sementara untuk sektor Belanja tidak langsung, diproyeksikan sebesar Rp 2,106 triliun, Dengan rincian belanja pegawai sebesar Rp 1,553 triliun, belanja hibah Rp 43,816 miliar, bantuan sosial Rp 23,542 miliar, bagi hasil kepada pemerintah desa Rp 66,66 miliar, belanja bantuan bagi pemerintah desa Rp 491,693 miliar, dan belanja tidak terduga Rp 1,500 miliar." Untuk Alokasi belanja langsung tahun 2017, direncanakan sebesar Rp 2,58 triliun. dengan Pagu yang diarahkan untuk membiayai program kerja pemerintah yang dilaksanakan oleh 59 SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah).

Menurut Bupati, berdasarkan hasil perhitungan RAPBD tahun 2017, diproyeksikan kita masih mengalami defisit sebesar Rp 115,383 miliar. Angka ini belum dapat ditutup dengan besaran pembiayaan netto sebesar 86,115 miliar. "Performa RAPBD 2017 masih menyimpan potensi kendala deficit dengan anggaran berjalan sebesar Rp 29,267 miliar," katanya.

Harapan Bupati, kendala defisit itu bisa diatasi bersama secara cerdas dan bijaksana, dengan tetap fokus pada capaian kegiatan pembangunan sesuai tahapan-tahapan yang sudah ditetapkan dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). yang sudah disepakati bersama antara eksekutif dengan legislative,” dan harapan kami, RAPBD ini bisa selesai dibahas paling lambat, satu bulan sebelum tahun anggaran 2017," pungkas Cellica.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com

Related News

No comments:

Leave a Reply