VIDEO: ”Laporan Khusus Info Polisi Hari Ini”

Catat! Ini Larangan Sepanjang Aksi Super Damai 2 Desember

BINTANGNEWS.com – Detik.com: Aksi 2 Desember 2016 yang digelar di Monas akan dilakukan dengan super damai dan bernilai ibadah. Para peserta diimbau menaati peraturan yang berlaku.
Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Polri, dan MUI telah sepakat aksi itu diselenggarakan di depan Tugu Monas sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. 

Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta elemen masyarakat ataupun buruh menunda rencana demonstrasi pada 2 Desember. "Fokusnya adalah di Monas. Kemudian juga disampaikan oleh kesepakatan kita, kegiatan aksi-aksi lain di luar aksi mengenai Bela Islam III ini, kita harapkan aksi-aksi di luar itu sebaiknya ditunda dulu, ditunda hari lain," kata Kapolri.

Para peserta aksi akan menggelar sajadah dan salat Jumat bersama. Aksi ini diisi tausiah yang menyejukkan dari ulama-ulama. Seluruh peserta dilarang membawa senjata tajam dan bambu runcing. ***

Ketua Umum PBNU Larang Agar Tidak Ikut Demo 212
Pos Kota: Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menyarankan agar umat Islam tidak melakukan aksi demonstrasi pada tanggal 2 Desember 2016 mendatang.
Said menyarankan masyarakat agar menghormati proses hukum Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang yang sudah dilakukan kepolisian.
“Demo itu energi, tenaga, waktu, uang habis. Toh proses (hukum) sudah berjalan. Kalau enggak percaya sama hukum (negara) kita, masa percaya sama hukum negara lain,” kata Said, usai menghadiri Tabligh Akbar di Masjid Raya Al-Bantani, Kota Serang, kemarin, (Jumat, 25/11). Acara ini juga dihadiri Kapolri Jendral Tito Karnavian.
Jika masyarakat tetap memaksa demo, lanjut dia, harus dilakukan dengan damai, tidak anarkis. “Barang siapa mengajak kebaikan harus dengan cara baik, tidak bisa dengan cara yang buruk,” kata Said.

Dalam kesempatan yang sama, Said Aqil juga menghimbau kepada seluruh kaum Nahdliyyin untuk tidak mengikuti demonstrasi yang rencananya akan digelar pada 02 Desember 2016 mendatang dengan melakukan Shalat Jumat di jalanan sekitar Bundaran Hotel Indonesia.
Karena itulah kepengurusan PBNU telah mengeluarkan fatwa larangan berdemonstrasi dengan cara Shalat Jumat ditengah jalan karena mengganggu aktifitas masyarakat luas. Dimana hal tersebut tak di anjurkan dalam agama Islam.
“Kita sudah keluarkan fatwa, mau ada Pilkada atau enggak ada Pilkada, shalat di jalan tidak diperbolehkan. Kecuali shalat di masjid sampai tumpah ruah (ke jalan) itu beda hal. Ada dalilnya, sudah diserahkan ke Kapolri,” tegasnya.***
Lokasi Demo 2 Desember Dilengkapi Tempat Wudhu dan Toilet Umum
Sindonews: Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, dalam menyiagakan aksi gelar sajadah pada 2 Desember 2016 mendatang, jajaran Polri yang ditugaskan tidak dibekali senjata api.

"Petugas kedepankan persuasif, karena petugas enggak pakai senjata api. Massa yang hadir juga formatnya berubah, unjuk rasa menjadi kegiatan ibadah," kata Boy Rafli di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Sementara Polri mengimbau GNPF MUI tidak membawa senjata tajam seperti bambu runcing. "Dilarang bawa bambu runcing, itu dibahayakan karena ada yang digunakan melukai petugas kita (Polri)," ujar Boy Rafli.

Karena unjuk rasa berubah menjadi kegiatan ibadah, Polri imbau pengunjuk rasa bawa sajadah masing-masing, perlengkapan pribadi baik logistik maupun obat-obatan.

"Bisa jadi sajadah nanti disiapkan panitia dari GNPF dan Pemda. Diingatkan juga kalau enggak sehat jangan hadir, ini acara siang hari cukup terik dan diharapkan setelah pukul 13.00 WIB, pengunjuk rasa bisa kembali ke rumah masih-masing," ucap Boy Rafli. ***

Sibdonews: Ratusan ribu orang diperkirakan akan memenuhi Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat pada 2 Desember 2016. 

Kedatangan mereka untuk mengikuti aksi Bela Islam III. Tidak hanya dari Jakarta dan sekitarnya, peserta aksi diprediksi datang dari berbagai daerah.

Sejumlah fasilitas akan disiapkan untuk pelaksanaan aksi yang dimulai pukul 08.00 hingga sesudah salat Jumat itu. Aksi akan diisi dengan zikir, tausiah, dan doa bersama.  

Berdasarkan denah lokasi aksi dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), enam unit mobil tangki air ditempatkan di sekitar Lapangan Silang Monas. Mobil tangki air itu untuk memenuhi kebutuhan minum peserta aksi.

 Enam toilet umum dan satu toilet VIP juga disediakan untuk pendemo. Lalu empat tempat wudhu yang ditempatkan di sisi barat, timur, selatan, dan utara. 

Sembilan unit ambulans juga akan disiagakan di sekitar pintu masuk dan pintu keluar Lapangan Silang Monas. Sementara mimbar kutbah salat Jumat ditempatkan di sisi barat laut yang mengarah ke Jalan Merdeka Barat. 

Pemilihan Lapangan Silang Monas menjadi lokasi aksi demo 2 Desember merupakan hasil kesepakatan antara Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dengan pengurus GNPF-MUI di Kantor MUI, Jakarta, Senin (28/11/2016).***

Jokowi: Siapa Bilang Ada Demo, Doa Bersama Bukan Demo

Sindonews: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi rencana aksi Demonstrasi Aksi Bela Islam III yang dilakukan gabungan ormas Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 2 Desember 2016 mendatang.

Menurut Jokowi, aksi yang bakal dilakukan GNPF bukan aksi demonstrasi, melainkan doa bersama. "Siapa bilang ada demo, doa bersama, bukan demo, ya," kata Jokowi usai menghadiri HUT Korpri, di Silang Monas, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Jokowi menilai, aksi kalangan Ormas Islam itu akan dilakukan dengan bentuk ritual keagamaan seperti zikir bersama dan pemberian tausiyah dari kalangan alim ulama.

"Jadi yang ada adalah doa bersama, baik sebelum jumatan maupun setelah jumatan," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.


Sebelumnya GNPF dan Kapolri telah menggelar pertemuan di Kantor Pusat MUI. Dalam pertemuan itu disepakati aksi demonstrasi 2 Desember atau aksi 2.12 diputuskan dilaksanakan di Silang Monas. 

Aksi tersebut akan diisi kegiatan zikir bersama, pemberian tausiyah dari kalangan ulama dan ditutup Shalat Jumat bersama. Meski diisi kegiatan keagamaan, aksi itu tetap pada tujuan awal yakni menuntut penegakan hukum yang adil dan meminta tersangka kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditahan. ***

Jelang Aksi 2 Desember, Polri Pusatkan Keamanan di Monas

Sindonews: Ormas yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan kembali turun ke jalan pada 2 Desember 2016 mendatang, menuntut proses hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait kasus dugaan penistaan agama.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar, pengamanan aksi tersebut telah dikoordinasikan dengan Polda Metro Jaya dengan memusatkan di dalam lingkaran silang Monas, menempatkan petugas pada ring dua dan tiga.

"Ring dua ada di Jalan Merdeka Utara, Barat, Timur, Selatan. Untuk ring tiga ada di Jalan Veteran, Lapangan Banteng, Bundaran HI, Tanah Abang, Abdul Muis, Roxy, jalur masuk dan keluar silang Monas," kata Boy Rafli di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Pengamanan dikhususkan mengatur tempat parkir kendaraan pengunjuk rasa dan rekayasa arus lalu lintas. Penempatan bus dari luar daerah sudah dipersiapkan dibeberapa tempat diantaranya PRJ, Lapangan Banteng, Istiqlal dan Jalan Medan Merdeka Timur juga Medan Merdeka Selatan. ***

Kapolres Karawang Himbau, Sebaiknya Rakyat Tidak Ikut Demo 212

KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Kapolres Karawang AKBP. Andi Herindra, S.I.K, mengimbau kepada seluruh umat Islam yang ada di Kabupaten Karawang, hendaknya agar tidak ikut serta melakukan aksi demo bela Islam jilid 3, di Jakarta tanggal 2 Desember nanti.

Menurut Kapolres Karawang, masyarakat yang hendak mendukung aksi tersebut cukup berdoa saja di Kota Karawang, Karena Pihak Kepolisian Resor Karawang beserta Komando Distrik Militer 0604 Karawang, sudah sepakat bersama dengan Bupati Karàwang untuk melaksanakan kegiatan keagamaan yaitu, sholat Istigosah dan berdoa bersama di Islamic Centre, Karawang, Selasa (29/11/2016) .

Imbauan tersebut disampaikan Kapolres Karawang, seusai rapat di gedung Plaza Pemda Karawang, Selasa (29/11/2016), menyikapi adanya sejumlah warga yang hendak ikut melakukan aksi unjuk rasa di Jakarta.


“Kami menghimbau kepada umat Islam di Kabupaten Karawang, tak perlu ramai-ramai pergi ke Jakarta, cukup menggelar doa saja di sini (Karawang red),” himbaunya.


Menurut Kapolres,  Imbauan tidak turut serta unjuk rasa ke Jakarta, alasannya lebih karena persoalan ketertiban umum. Sebab aksi massa berjumlah banyak berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Demo pada 2 Desember mendatang merupakan aksi susulan menuntut penegakan hukum kepada Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Beberapa waktu lalu Bareskrim Polri sudah menetapkan Ahok menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama.

Kapolres Karawang, mengingatkan agar masyarakat Kabupaten Karawang menyerahkan sepenuhnya perkara tersebut kepada pihak kepolisian.

"Tolong percayakan kepada polisi yang menanganinya. Jadi lebih baik tidak berangkat ikut demo ke Jakarta," ujarnya.

"Lebih baik kita berdoa untuk keselamatan negeri ini,dan khususnya untuk Kabupaten Karawang, yang sejak dua minggu yang lalu diterpa musibah banjir," pungkasnya.(nana)


Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com

BINTANGNEWS.com:

”Salam Tribrata. Siap Komandan, dengan tidak mengurangi rasa hormat kami, hanya sebatas usul mengingat giat anda adalah Info penting bagi masyarakat luas. Kalau bisa mohon dinding akun anda dibuka, (tidak Privasi) dengan melalui topik berita ”Laporan Khusus Info Polisi Hari Ini” walaupun kami ambil hanya secara acak.

Insya Allah giat anda bisa dibaca masyarakat luas dan, dibaca oleh semua Humas Polres dan Humas Polda, karena kami telah berteman dengan semua akun Humas Polri di seluruh wilayah hukum Indonesia,” terimakasih atas kerjasamanya. (by. BINTANGNEWS.com).***
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di Twitter @Bintangnews.com


Sumber: Polri  

Related News

No comments:

Leave a Reply