Yahudi Ini Mau Didata Sebagai Muslim Jika Trump Mendata Warga Muslim

BINTANGNEWS.com – CEO Anti Defamation League Jonathan Greenblatt yang juga seorang Yahudi meminta agar dirinya didata sebagai Muslim di basis data nasional saat presiden terpilih Donald Trump menduduki Gedung Putih. Selama ini Trump selalu berkampanye akan melakukan pendataan Muslim berdasarkan agama untuk membedakan Muslim dengan penganut agama lainnya.
Di masa lalu, ujar Greenblatt, kaum Yahudi yang didiskriminasi dengan pendataan berdasarkan agama tak bisa hidup, tak bisa bekerja, dan tak bisa belajar dengan bebas di mana saja. "Anti-Semit diterima dengan baik di masyarakat, makanya saya tahu bagaimana rasanya didata berdasarkan agama," ujarnya seperti dilansir Haaretz, Jumat, (18/11).

Hari-hari itu, terang dia, merupakan hari-hari yang gelap bagi kaum Yahudi. Kelompok Yahudi Amerika kala itu benar-benar tak memiliki kekuatan dan sandaran yang kuat. Masa depan kaum Yahudi kala itu benar-benar goyah dan tak jelas.
Makanya saat ini kekuataan yang ada harus digunakan untuk kebaikan. "Saat ini kami berbicara di mana saja saat melihat anti-Semit terjadi. Kami juga menentang orang-orang fanatik yang berpandangan sempit," ujar Greenblatt.

Anti Defamation League, terang dia, akan terus bekerja keras untuk melawan orang-orang yang melakukan diskriminasi berdasarkan agama dan ras tertentu. "Tak seorangpun boleh ditoleransi jika melakukan diskriminasi, kami akan berbicara di mana saja di perusahaan-perusahaan maupun kantor-kantor pejabat kelas atas."

Saat ini, ujar Greenblatt, ia siap membela teman-teman Amerika yang beragama Islam. "Kami harus membela teman kami yang diperlakukan berdasarkan tampangnya, asalnya, dan bagaimana mereka beribadah."

Kalau Muslim di Amerika didata berdasarkan agamanya, maka lanjutnya, ia sebagai Yahudi juga mau didata sebagai Muslim saja
.(reff)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com
Sumber: Antaranews



Related News

No comments:

Leave a Reply