Abbas: Trump Buka Pintu Neraka, Jika Tetap Pindahkan Kedutaan AS ke Al-Quds

BINTANGNEWS.com –  Ulama Syiah terkemuka Irak, Muqtada al-Sadr, mengecam relokasi potensi kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem al-Quds sebagai "deklarasi perang terhadap Islam."

"Mentransfer kedutaan AS ke Yerusalem (al-Quds) akan menjadi deklarasi publik dan lebih eksplisit dari sebelumnya, perang melawan Islam," kata Sadr dalam sebuah pernyataan Selasa.
Menyinggung tentang janji Presiden AS Donald Trump untuk mengenali Yerusalem al-Quds sebagai ibukota wilayah-wilayah pendudukan, Sadr menyerukan "pembentukan divisi khusus untuk membebaskan Yerusalem (al-Quds)."

Dilansir PressTV.com media Iran berbahasa Inggris, Sadr mendesak Liga Arab yang berbasis di Kairo serta Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk segera mengambil sikap tegas dalam masalah ini, kalau tidak harus dibubarkan.

Syiah ulama juga disebut "penutupan langsung dari kedutaan besar AS di Irak" jika Washington tetap melanjutkan rencana untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem al-Quds.

Pada hari Senin, Gedung Putih mengatakan bahwa pemerintah AS adalah "pada tahap awal membahas soal" relokasi kedutaannya.

Palestina berusaha untuk mendirikan negara berdaulat dengan Yerusalem Timur al-Quds sebagai ibukotanya.

Kepala Otorita Palestina, Mahmoud Abbas, menyebutkan, telah memperingatkan bahwa relokasi misi diplomatik AS disebut akan membunuh proses perdamaian di Timur Tengah.

Pada tanggal 14 Januari, juru bicara Partai Fatah pimpinan Abbas memperingatkan bahwa jika pemerintahan Trump tetap berjalan niatnya untuk memindahkan kedutaannya, itu akan "membuka pintu gerbang neraka," yang dilaporkan media Israel.

Osama Qawasmeh mengatakan Trump janji kampanye, jika diterapkan, akan membunuh setiap kesempatan untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan itu, dan "rakyat Palestina tidak akan membiarkan itu terjadi."***
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com

Editing: T.Bintang

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply