Habib Rizieq FPI akan Diperiksa Polda Metro Hari Ini




BINTANGNEWS.com –  Massa Front Pembela Islam (FPI) pendukung Rizieq Shihab menyatakan akan mendatangi Polda Metro Jaya, saat pemimpin FPI itu diperiksa sebagai saksi terlapor kasus logo 'palu arit' pada pecahan uang Rupiah baru,  Senin (23/01),

" Habib Rizieq? Siap datang ke Polda?" Muhammad Al Khaththath, pimpinan Forum Umat Islam, setengah berteriak menanyakan hal itu kepada peserta diskusi di sebuah masjid di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu (22/01) siang.
"Siap!" kata sebagian besar peserta diskusi bertema aksi bela Islam dan ulama/aktivis Islam yang hadapi kriminalisasi. "Takbir!" Teriak Al Khaththath. "Allohu Akbar!" 

Dalam diskusi itu berkembang tuduhan bahwa polisi telah berupaya mengkriminalkan Rizieq terkait isi pidatonya yang menuduh pecahan uang Rupiah memuat simbol palu dan arit yang dikaitkan dengan logo Partai Komunis Indonesia, PKI.

"Kami lihat ini rekayasa dan bentuk kriminalisasi," kata Al Khaththath kepada BBC Indonesia usai diskusi. Dia menganggap kasus ini dipaksakan, karena Bank Indonesia -sebagai penanggung jawab uang Rupiah- ia klaim tidak pernah melaporkan kasus ini ke kepolisian. 

Dilansir BBC Indonesia.com, pidato Rizieq tersebut telah ditayangkan oleh FPI ke YouTube dan antara lain dia mengatakan, "Semuanya pakai palu arit. Yang 2.000, 10.000, 50.000 pakai palu arit. Yang 1.000 pakai palu arit. Ini negara Pancasila atau PKI?"


Dari pidato itulah kemudian menuai pro dan kontra di masyarakat setelah menyebar di media sosial. Salah-satu pihak yang mempertanyakan tuduhan Rizieq adalah kelompok yang menamakan diri Jaringan Intelektual Muda Anti-Fitnah (JIMAF) yang kemudian melaporkan Rizieq ke Polda Metro Jaya, Minggu, 8 Januari lalu.

Dengan tudingan terhadap Rizieq dianggap bentuk penghasutan, fitnah dan tidak dapat dipertanggungjawabkan, kata Herdiyan Saksono Zoulba dari JIMAF kepada wartawan. Dia mengharapkan polisi segera bertindak agar tidak memicu kesalahpahaman dan perpecahan.

Menurut JIMAF, sebuah LSM yang menyebut mereka Solidaritas Merah Putih (Solmet) juga melaporkan tuduhan Rizieq soal logo 'palu arit' itu ke Polda Metro Jaya. Mereka menyatakan tersinggung soal tuduhan PKI yang dilontarkan Rizieq.

"Kami sangat marah dan tersinggung apa yang dikatakan Panglima Besar FPI, Rizieq," ujar Ketua Solmet, Silvester Matutina, Selasa (10/01) lalu.

Polisi menindaklanjuti

Melalui tim penyelidiknya, Polda Metro Jaya telah menindaklanjuti laporan tersebut antara lain dengan memanggil sejumlah saksi di antaranya dari pihak Bank Indonesia. 

Rizieq sendiri membawa masalah ini ke pimpinan DPR, Rabu, 11 Januari lalu. Ketika itu, dia mengatakan bahwa seharusnya Bank Indonesia dan Menteri Keuangan meminta maaf dan menarik pecahan uang yang dianggapnya berlogo mirip palu arit itu. 

Dia kemudian melontarkan perkataan untuk melaporkan Gubernur Bank Indonesia, Menteri Keuangan dan Perum Peruri kepada kepolisian.
Sehari sebelumnya, Senin, 10 Januari, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menegaskan bahwa uang Rupiah tidak memuat simbol terlarang palu dan arit seperti yang dituduhkan Rizieq Shihab.

"Gambar tersebut merupakan gambar saling isi (rectoverso), yang merupakan bagian dari unsur pengaman uang Rupiah," kata Agus Martowardojo.
Dia menegaskan gambar yang dipersepsikan sebagai simbol palu dan arit itu adalah logo Bank Indonesia yang dipotong secara diagonal sehingga membentuk ornamen yang tidak beraturan. 

Bank Indonesia: Hormati uang Rupiah
Lebih lanjut Direktur eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, menjelaskan gambar rectoverso dicetak dengan teknik khusus sehingga terpecah menjadi dua bagian di sisi depan dan belakang lembar uang.

"Dan hanya dapat dilihat utuh bila diterawang," kata Tirta.
Lebih lanjut Gubernur BI Agus Martowardojo menegaskan pula Rupiah merupakan salah satu lambang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Untuk itu, Bank Indonesia mengingatkan kembali kepada masyarakat agar senantiasa menghormati dan memperlakukan uang Rupiah dengan baik," ucap Agus.

Bagaimanapun, Polda Metro Jaya terus menindaklanjuti kasus ini memeriksa sejumlah saksi terkait . Hari Senin (23/01), tim penyelidik berencana memeriksa Rizieq sebagai saksi terlapor.
"Kita akan panggil yang bersangkutan (Rizieq Shihab) Senin untuk dimintai keterangannya," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen M Iriawan, Selasa (17/01) lalu.

Undang-undang ITE

Rizieq diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 atas Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Kepada wartawan, Rizieq mengaku bahwa dirinya telah menerima surat pemanggilan sebagai saksi terlapor kasus tersebut. "Ya, sudah ada panggilan untuk (kasus) palu arit," katanya.

Selain dilaporkan masalah tuduhan ini, Rizieq juga dilaporkan putri Presiden Sukarno, Sukmawati Soekarnoputri, ke Polda Jawa Barat karena dianggap menghina Pancasila. Pekan lalu, dia mulai diperiksa dan massa pendukungnya sempat bentrok dengan massa Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

Rizieq juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) karena dianggap menghina agama Kristen melalui pidatonya yang disebar di media sosial.
Atas dua pelaporan ini, Rizieq dan pimpinan FPI lainnya membantahnya. Mereka balik menuduh pelaporan itu tidak tepat dan lebih didasari tindakan balas dendam dan kriminalisasi.(bin)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply