Menristekdikti minta kegiatan mengandung kekerasan ditindak



BINTANGNEWS.com –  Mohamad Nasir, Menteri Riset Teknologi dan Pendiidkan Tinggi (Menristekdikti)  meminta kegiatan kampus yang mengandung unsur kekerasan agar ditindak secara hukum.

"Nasir mengatakan, kami sudah keluarkan regulasi tidak boleh ada kekerasan dalam kegiatan kemahasiswaan, baik intra maupun kokurikuler. Apalagi, yang mengandung kekerasan di dalam kampus, maka kami larang," papar Nasir usai rapat kerja dengan Komisi X DPR di Jakarta, Rabu,(20/01)
Nasir mengatakan, bahwa pihaknya telah meminta koordinator perguran tinggi swasta di wilayah Yogyakarta untuk menelusuri kasus kekerasan yang menyebabkan kematian terhadap tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) itu.

"Kalau terbukti ada unsur kekerasn, maka sanksi hukum harus jalan karena regulasinya jelas," ujarnya.

Kemristekdikti telah menerbitkan aturan yang melarang tidak ada kekerasan di dalam kampus, khusunya dalam penerimaan mahasiswa baru.

"Kalau terjadi kekerasan, ya, dipidana, saya serahkan ke yang berwajib. Untuk mahasiswa yang melakukannya, bisa diskorsing satu semester, 1 tahun, atau bahkan dikeluarkan," kata mantan Rektor Universitas Diponegoro Semarang itu.

Menristekdikti juga telah meminta Kopertis untuk menangani permasalahan tersebut.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Budi Djatmiko mengatakan bahwa pihaknya akan mendengarkan penjelasan dari pihak UII mengenai kasus tersebut.

"Kami akan meminta pihak UII untuk menjelaskan mengenai kasus ini agar tidak timbul spekulasi," tutur Budi.

Tiga mahasiswa UII meninggal dunia setelah mengikuti pendidikan dasar (diksar) di lereng selatan Gunung Lawu, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Tiga mahasiswa tersebut, yakni Muhammad Fadli (19) dari Jurusan Teknik Elektro angkatan 2015, Syaits Asyam (19) dari Teknik Industri, dan Ilham Nurpadmy Listia Adi dari Fakultas Hukum angkatan 2015.(bin)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply