’Perang Kata-kata Trump vs CIA, Krisis Institusional'

BINTANGNEWS.com –  Ketegangan antara presiden AS terpilih Donald Trump, dengan direktur Central Intelligence Agency (CIA) telah mencapai klimaks, Donald Trump menuduh bahwa Direktur CIA, John Brennan, orang yang diduga telah membocorkan berita palsu terhadap dirinya.

Perang kata-kata dimulai ketika Trump yang dibandingkan dengan komunitas intelijen AS untuk Nazi Jerman, dan Brennan membalas memperingatkan presiden AS, berikut memilih kata-kata dengan hati-hati. Kami telah meminta mantan agen intelijen untuk menjelaskan lebih lanjut tentang apa yang terjadi di antara kedua pejabat Amerika.
Glenn Carle, mantan agen CIA dari Boston, mengatakan perjuangan antara presiden terpilih dan komunitas intelijen mengisyaratkan krisis institusional di Amerika Serikat.
Bentrokan antara Trump dan aparat intelijen AS ini merupakan "sakit moral" dan menunjukkan krisis yang mendasari terbentuknya krisis,” ujar Carle.

"Petugas CIA semangat untuk melayani, tetapi lebih besar dari krisis institusional.
" Carle berpendapat, Amerika mungkin sedang menghadapi "terbesar krisis institusional" yang telah dihadapi sejak 1861.

Dilansir PressTV.com media berbahasa Inggris mencatat, mengkritik serangan presiden terpilih pada komunitas intelijen , "Ini adalah hal yang besar bagi Trump bahkan mengisyaratkan menuju kesengajaan."

Menunjuk pada konsekuensi sikap Trump terhadap aparat intelijen, mantan agen memperingatkan, "Dunia adalah sedang dalam berbahaya, dengan kompetisi ini dan itu lebih buruk daripada keliru untuk memberhentikan dari kebodohan dan defensif pribadi dalam organ pemerintah."pungkasnya.

Ketegangan antara Trump dan CIA diperburuk ketika situs berita BuzzFeed menerbitkan dokumen 35-halaman menyatakan bahwa Rusia memiliki sebuah berkas kompromi yang membuat Trump subjek pengaruhnya.***

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com

Editing: T. Bintang



Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply