Rouhani: JCPOA Mendustakan Tuduhan Terhadap Iran

BINTANGNEWS.com –  Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan, kesepakatan bersejarah atas program Nuklir Iran dan pelaksanaannya hanya mendustakan kesepakatan, Iran masih di klaim negara senjata pemusnah massal, padahal Iran telah menunjukkan kejujuran dan ketulusan dari negara Republik Islam tersebut.
Rouhani membuat pernyataan dalam konferensi pers yang dihadiri oleh sekitar 200 wartawan Iran dan asing di Teheran pada Selasa, di ulang tahun pertamanya pelaksanaan perjanjian nuklir negara itu dengan P5 + 1 kelompok negara, yang dikenal sebagai Rencana Bersama Komprehensif Aksi (JCPOA).

Iran dan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, diantaranya Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Rusia, China, dan Jerman, yang telah menandatangani JCPOA pada 14 Juli, 2015, serta mulai menerapkan kesefakatan itu pada tanggal 16 Januari 2016.

Di bawah JCPOA itu, Iran melakukan menempatkan pembatasan pada program nuklirnya dengan imbalan penghapusan sanksi terkait nuklir yang dijatuhkan terhadap Teheran.

Dilansir PressTV.com, media berbahasa Inggris melaporkan,” sejak pelaksanaan JCPOA, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah mengkonfirmasi kepatuhan Iran dengan kewajibannya berdasarkan perjanjian nuklir di beberapa laporan.

Direktur Jenderal IAEA Yukiya Amano menyatakan puas dengan kepatuhan Iran telah sesuai komitmennya.” Ujar  Yukiya Amano, dalam kunjungannya ke Teheran pada tanggal 18 Desember 2016,

Sebelum penandatanganan JCPOA, Iran telah berulang kali menegaskan bahwa itu bukan pengembangan untuk senjata pemusnah massal, dan itu hanya untuk program nuklirnya adalah khusus untuk tujuan damai. Presiden Iran mengatakan, bahwa perjanjian adalah kemenangan moral bagi Iran, karena terbukti kejujuran negara dan menunjukkan bahwa apa yang telah diklaim terhadap Republik Islam itu tuduhan dunia hanya berdasar pada dusta.***
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com

Editing: T.Bintang

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply