Dana Inovasi Rp4,8 M dari Kemristekdikti untuk UI

BINTANGNEWS.com –  Universitas Indonesia (UI) mendapatkan pendanaan inovasi dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Senin 20 Maret 2017.

Pendanaan inovasi tersebut didapatkan melalui skema Pendanaan Inovasi Perguruan Tinggi di Industri dan Inovasi Industri dari Kemristekdikti.
Secara total, Kemristekdikti memberikan pendanaan inovasi sebesar Rp171 miliar. Pendanaan ini diberikan bagi perguruan tinggi dan industri yang saling berkolaborasi mendorong hilirisasi inovasi yang akhirnya menjadi produk massal.

Pendanaan inovasi tersebut diberikan melalui seleksi ketat dari tim pakar dan akademisi. Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH), UI mendapatkan hibah insentif melalui Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis (DIIB) melalui dua tim.

Dalam penandatanganan perjanjian kerja sama pendanaan yang dilakukan oleh Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe di Jakarta, UI mendapatkan total dana Rp4,817 miliar yang dialokasikan untuk dua tim.

Wakil Rektor 3 bidang riset dan inovasi Prof Rosari Saleh menyambut positif pendanaan inovasi dari Kemristek Dikti tersebut. "Pendanaan adalah satu mata rantai yang tak bisa dipisahkan untuk memutar roda riset dan inovasi perguruan tinggi. Kami terbantu dengan adanya pendanaan semacam ini," kata Rosari dalam siaran pers, Jumat (24/3/2017).

Melalui tim yang diusulkan oleh Dr Ismail Hadisoebroto, UI mengajukan Pendirian Pusat produksi sel punca dan produk metabolit nasional. Sementara itu tim yang diusulkan oleh ketua Beti Ernawati, akan mengoptimalkan alat diagnosa cepat NS-1 terhadap demam berdarah dengue.

Pendirian pusat produksi sel punca yang diusulkan UI menjadi yang pertama di Indonesia. Pendirian pusat produksi ini akan meningkatkan riset, pengembangan sel punca sekaligus memperbesar produksi sel punca di dalam negeri.

Pengelola dana inovasi dari DIIB Dr Taufik Wisnu Priambodo menyambut baik kepercayaan yang diberikan Kemristekdikti.

"Pendirian pusat produksi sel punca yang dipelopori Universitas Indonesia sangat terbantu dengan adanya pendanaan ini. Pendirian pusat sel punca akan memperbesar berbagai terapi translasi dengan memanfaatkan sel punca tersebut," ucap Taufik." demikian Sindonews.(win)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply