Di Dewan HAM PBB, Israel Dituduh Negara Apartheid

BINTANGNEWS.com – Sejumlah delegasi di Dewan Hak Asasi Manusia, di Perserikatan Bangsa-Bangsa (HRC) sesi terbaru telah mencela Israel atas pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga Palestina, dan menuduh rezim Tel Aviv adalh "apartheid."

Di antara mereka menuduh Israel apartheid pada hari Senin adalah perwakilan dari Palestina, Nikaragua, Qatar (tiga kali), Bahrain (dua kali) Pakistan; dan, perwakilan dari empat LSM, Asosiasi Internasional Demokrat Pengacara, American Association of Jurists, Uni Arab fukaha, yang juga menuduh Israel melakukan genosida, dan Dunia Muslim Congress.
Mereka juga mengeluhkan penghapusan memberatkan laporan "apartheid" yang diperjuangkan oleh Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia Barat (ESCWA).

Jumat lalu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah meminta agar laporan tersebut dihapus dari website ESCWA, kata seorang pejabat PBB pada kondisi anonimitas.

Rima Khalaf, sekretaris eksekutif dari badan PBB, mengundurkan diri dari jabatan PBB setelah menolak untuk menarik laporan yang menyimpulkan "Israel telah membentuk rezim apartheid yang mendominasi rakyat Palestina secara keseluruhan."

Menurut PressTV media berbahasa Inggris melaporkan," Israel kemudian memuji langkah itu, bahkan utusannya untuk PBB, Danny Danon, berterima kasih kepada Guterres.

Danon mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "waktunya telah datang untuk mengakhiri mereka yang menggunakan status dalam PBB untuk mempromosikan aktivitas anti-Israel."

delegasi Suriah pada sidang Dewan HAM PBB di Jenewa mengatakan laporan ESCWA sesungguhnya merupakan tamparan bagi "wajah Israel."

Selain itu, perwakilan menuduh Israel "apartheid" juga mengeluhkan fakta bahwa Amerika Serikat dan beberapa delegasi Eropa memboikot pertemuan HRC guna mendukung Israel.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Mark Toner memboikot sesi UNHRC Senin lebih fokus dewan pada catatan hak asasi manusia Israel selama dewan Barang Tujuh Umum Debat.

Agenda Barang Tujuh adalah fixture permanen yang memerlukan UNHRC membahas tiga kali setiap tahun pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Palestina.

Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan penarikan Amerika Serikat dari dewan, yang pemerintahan baru tuduh menjadi bias terhadap Israel.

Amerika Serikat saat ini anggota terpilih dari 47 negara UNHRC, di mana jangka tiga tahun akan berakhir tahun 2019.***

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com

Editing: T.Bintang

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply