Park Geun-hye Mantan Presiden Korsel Diperiksa Sampai 14 Jam

BINTANGNEWS.com – Presiden Korea Selatan yang dijatuhkan, Park Geun-hye, sudah menjalani pemeriksaan oleh jaksa selama 14 jam terkait skandal korupsi yang membuat dia dimakzulkan.
Dia membantah semua tuduhan, seperti dilaporkan kantor berita Yonhap yang mengutip berbagai sumber.
Usai pemeriksaan hingga Selasa (21/03) malam waktu setempat, Park meninggalkan kantor kejaksaan di ibu kota Seoul dan tidak ditahan.
Sekelompok pendukunynya menggelar aksi unjuk rasa di luar gedung kejakasan di Seoul dengan mengibarkan bendera Korea Selatan, yang melambangkan gerakan pendukung Park.
Penyelidikan atasnya terkait dengan teman dekatnya, Choi Soon-sil yang sudah didakwa menggunakan hubungan dekat dengan presiden untuk mminta sumbangan dari perusahaan-perusahaan besar.
Ketika masih menjabat presiden, Park menolak untuk diperiksa namun kekebalan hukumnya hilang setelah hakim menegakkan keputusan parlemen untuk memakzulkannya.

Seorang penasehat hukumnya mengatakan dokter melakukan pemeriksaan kesehatan saat istirahat pada masa penyelidikan karena 'kesehatannya tampak tak baik'.
Selasa (21/03) pagi, para pendukung Park berkumpul di luar rumahnya di kawasan pemukiman mewah di pinggiran ibu kota Seoul, ketika polisi membawanya ke kantor kejaksaan.
Park merupakan presiden Korsel pertama yang dipilih secara demokratis yang dijatuhkan.
Ketika hakim memutuskan pemakzulannya, Jumat (10/03) lalu, ribuan orang merayakannya di Seoul sementara sekelompok pendukungnya menggelar unjuk rasa menentang pemakzulan itu di luar gedung Mahkamah Konstitusi.
Keputusan tersebut merupakan puncak dari ketegangan politik dan unjuk rasa warga.
Perdana Menteri Hwang Kyo-ahn, yang loyal kepada Park, ditunjuk menjadi penjabat presiden hingga pemilihan umum pada 9 Mei mendatang.
Apa yang menjatuhkan Park?
Jantung dari drama politik di Korea Selatan, yang menjatuhkan Park, adalah teman dekatnya Choi Soon-sil.
Choi didakwa menggunakan hubungan dekatnya dengan presiden untuk menekan perusahaan-perusahaan besar menyumbang jutaan dolar ke yayasan nonprofit yang dipimpinnya.
Dan Park dituduh terlibat secara pribadi dalam masalah itu di samping memberikan akses tidak terbatas kepada Choi atas dokumen-dokumen resmi pemerintah.
Bulan Desember, parlemen sepakat untuk memakzulkan Park yang kemudian dikukuhkan oleh Mahkamah Konstitusi dengan alasan tindakannya 'tidak sesuai dengan semangat demokrasi dan penegakan hukum'.
Hakim memutuskan dia melanggar hukum dengan mengizinkan Choi campur tangan dalam urusan negara dan melanggar peraturan tentang dokumen rahasia dengan membocorkan sejumlah dokumen.
Setelah kehilangan kekebalan hukum, Park kini bisa didakwa dengan penyalahgunaan kekuasaan dan memaksa penyuapan.(bbc/tb)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply