Pengacara Masih Mencari Cara untuk Bebaskan Jessica di Penjara

BINTANGNEWS.com – Penasihat hukum Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan, menyatakan sejak Senin dinihari, 27 Maret 2017, penahanan terpidana 20 tahun kurungan penjara itu di Rumah Tahanan Pondok Bambu, tidak sah.

"Penahanan Jessica dari pengadilan kan cuma sampai 26 (Maret 2017). Berarti dari tadi malam sudah enggak sah penahanannya," kata Otto.
Menurutnya, saat ini proses hukum Jessica dalam tahap mengajukan kasasi, sehingga kewenangan penahanan ada di Mahkamah Agung, dan bukan lagi oleh Pengadilan Negeri  Jakarta Pusat. "Kalau MA enggak mau menahan bagaimana dong. Kan terserah MA," ujarnya.
Saat ini, Otto menyebut sedang berusaha membebaskan Jessica dari Rutan Pondok Bambu. "Sekarang kita lagi cari cara buat ngeluarin Jessica dari tahanan," kata dia. 

Menurut Otto Hasibuan, masa penahanan kliennya itu berakhir  sejak kemarin, 26 Maret 2017. Hal itu didasari keputusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta nomor: 393/PID/2016/PT.DKI. 

Otto mengatakan, secara hukum Jessica sudah harus dibebaskan dan tak bisa lagi ditahan. Sebab, hingga hari ini atau sehari usai habisnya masa penahanan, belum ada pengajuan perpanjangan penahanan Jessica. "Masa penahanan enggak ada perpanjangan," kata Otto.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Kepala Rutan Pondok Bambu, Ika Yusanti menolak membebaskan Jessica dengan alasan tetap akan memegang amar putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, yang dikuatkan dengan putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta.
"Ya, karena yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri, ya jadi Jessica ditahan selama yang telah ditetapkan oleh Pengadilan Negeri," ujar Ika.

Ika menuturkan, pihaknya telah menerima putusan dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta nomor: 393/PID/2016/PT.DKI. Dalam amar putusannya disebutkan:

1. Mengadili menerima permintaan banding dari penasihat hukum terdakwa dan penuntut umum tersebut.
2. Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat nomor 777/tipB/2016/pn.jakpus tahun 2016.
3. Menetapkan supaya terdakwa tetap dalam tahanan.
4. Membebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar sekian.
"Jadi, bunyi Amar putusan yang ketiga itu yang menjadikan dasar kepada saya untuk tetap memastikan Jessica berada di dalam tahanan," kata Ika.

Seperti diketahui, saat ini Jessica sedang mengajukan upaya banding ke Mahkamah Agung (MA). Sebelumnya, Jessica telah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI, atas putusan hukuman yang diterimanya. 

Tapi, upaya banding itu ditolak majelis hakim tingkat banding. Dan memutuskan tetap mempertahankan dan menguatkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memvonis Jessica bersalah dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Wayan Mirna Salihin,” demikian Viva.co.id.(win)
 

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com

Related News

No comments:

Leave a Reply