Petani Kendeng yang Ujuk Rasa di Depan Istana Ininggal

BINTANGNEWS.com – Patmi, salah seorang perempuan pegunungan Kendeng yang melakukan aksi menyemen kaki di depan Istana Merdeka untuk memprotes izin bagi pabrik semen di wilayahnya, meninggal dunia dini hari.
"Pagi ini jenazah almarhumah Bu Patmi dipulangkan untuk dimakamkan di kampung halamannya di desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, Pati. Sebagian warga Kendeng juga langsung pulang menuju Kendeng," kata Joko Priatno, seorang tokoh Kendeng dan pegiat Koalisi untuk Kendeng Lestari.
Disebutkan Patmi sebetulnya diagendakan untuk pulang ke Kendeng hari Selasa ini bersama sejumlah besar warga Kendeng lain yang sejak Senin pekan lalu melakukan aksi mengecor kaki dengan semen di depan Istana Merdeka.
"Cor kaki Patmi juga sudah dibuka semalam, dan Bu Patmi sudah melakukan persiapan untuk pulang di pagi hari," papar Sobirin dari Koalisi Kendeng Lestari dalam pernyataan persnya.

"Bu Patmi sebelumnya dinyatakan sehat dan dalam keadaan baik oleh dokter. Kurang lebih pukul 02:30 Selasa dini hari, setalah mandi, Bu Patmi mengeluh badannya tidak nyaman," lalu setelah muntah-muntah dan kejang-kejang dibawa ke RS, namun meninggal dunia.
Kepada BBC Indonesia, juru bicara kepresidenan Johan Budi mengatakan bahwa presiden melakukan pertemuan dengan menteri BUMN, kepala staf presiden dan PT Semen Indonesia untuk membahas kisruh persoalan Kendeng. Sementara warga tetap melangsungkan aksi duduk dengan kaki dicor semen di depan Istana Merdeka, yang memasuki pekan kedua..
Senin sore (20/3), Kepala Kantor Staf Presiden, Teten Masduki mengundang sejumlah perwakilan warga untuk berdialog di dalam kantor KSP. Namun pertemuan itu dianggap tidak cukup memuaskan.
"Pada pokoknya, perwakilan menyatakan menolak skema penyelesaian konflik yang hendak digantungkan pada penerbitan hasil laporan KLHS yang sama tertutupnya dan bahkan samasekali tidak menyertakan warga yang bersepakat menolak pendirian pabrik semen PT Semen Indonesia dan Pabrik Semen lainnya di Pegunungan Kendeng tersebut," papar Koalisi Kendeng Lestari.
Betapa pun, malam harinya, perundingan warga Kendeng di penampungan mereka di gedung YLBHI Jakarta memutuskan untuk mengubah cara unjuk rasa.
"Sebagian besar warga akan pulang ke kampung halaman, sementara aksi akan terus dilakukan oleh sembilan orang. Bu Patmi (salah satu yang akan pulang sehingga cor kakinya dibuka semalam, dan persiapan untuk pulang di pagi hari," namun nasib berkata lain: beberapa jam menjelang jadwal pulang ke kampung halaman di pegunungan Kendeng, Bu Patmi 'pulang' ke keabadian.(bbc/tb)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com

 

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply