Ribuan Guru Turun ke Jalan di Argentina Menuntut Kenaikan Gaji

BINTANGNEWS.com – Demontrasi secara masif turun ke jalan dari elemen guru sekolah di Argentina dengan penuh kemarahan atas Presiden Argentina, Mauricio Macri yang dibuat sistem pendidikan publik negara itu. pada hari Rabu (24/03)

Arus lalu lintas di kota Buenos Aires, lumpuh akibat puluhan ribu guru berbaris menutup istana presiden, guru protes menuntut kenaikan gaji dan pembantu penjaga sekolah dengan alasan inflasi mencapai 40 persen sejak tahun lalu, dan diperkirakan menjadi sekitar 20 persen pada tahun 2017.
"Masalah yang sangat mendasar adalah ketimpangan yang terjadi antara mereka yang sekolah swasta dan bagi mereka yang harus jatuh ke dalam sistem sekolah umum," kata Macri pada Selasa, sementara membahas penelitian pemerintah menunjukkan hasil sekolah umum yang relatif buruk.

He then said his job was to make sure all children have the same opportunities whether they are born rich or poor. But the Peronist opposition and protesting teachers seized on the first part of his statement while ignoring the second.

Protesters held signs referencing the president’s gaffe.
Buenos Aires Gubernur Maria Eugenia Vidal, sekutu Macri di garis depan negosiasi gaji sekolah umum, kata guru sedang bermain politik.

"Kami tidak naif," dia tweeted. "Selama berminggu-minggu banyak pemimpin serikat guru belum ingin dialog. Mereka sudah berhenti melakukan negosiasi gaji guru. "

Menurut PressTV media berbahasa Inggris melaporkan,” para pendidik dijadwalkan untuk kembali ke kelas pada hari Kamis, tetapi mereka telah memperingatkan pemogokan masih akan dilakukan jika perundingan gaji tidak ditaikan. Dengan pemilihan kongres bulan Oktober mendatang, protes juga pada waktu yang sulit bagi Macri.

His “Let’s Change” coalition needs a strong showing in October for him to steam ahead with free-market policy reforms.
A poll released on Sunday showed that for the first time since he took office in December 2015, more Argentines disapprove of Macri’s performance than approve.

Ia terpilih setelah lebih dari satu dekade pemerintahan populis meninggalkan Argentina dengan inflasi merajalela, berkurangnya cadangan bank sentral dan defisit fiskal yang terus berlanjut. pemotongan subsidi rumah pemanasan dan pengetatan ikat pinggang fiskal lainnya telah mulai mengambil tol politik, di saat ketika ekonomi sedang memanjat keluar dari resesi. Serikat guru sebagai pekerja terbesar di negara itu telah menyerukan pemogokan missal pada 6 April mendatang.***

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com

Editing: T.Bintang

Related News

No comments:

Leave a Reply