Sejarah Raja-raja Arab Saudi dari Masa ke Masa

BINTANGNEWS.com – Memiliki luas wilayah mencapai 2,24 juta km persegi, Arab Saudi adalah negara yang memiliki kedudukan strategis dalam hubungan internasional. Negara kerajaan ini dianggap memiliki peran penting dalam menjaga perdamaian di Jazirah Arab.  Kini Kerajaan Arab Saudi berkembang menjadi salah satu poros perekonomian dunia, khususnya dalam sektor minyak mentah. Berikut Raja Arab Saudi dari masa ke masa.
1. Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al Saud (1932 – 1953)
Raja Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al Saud, lahir di Riyadh pada 1880 dan wafat pada 1953. Dia memerintah Kerajaan Arab Saudi pada 22 September 1932 hingga 9 November 1953. Raja yang juga dikenal sebagai Ibn Saud ini membangun kerajaannya berlandaskan Syariah Islam. 

Raja Ibn Saud berhasil mengubah Arab Saudi menjadi negara Islam modern serta kaya akan tradisi dan budaya. Abdul Aziz juga dikenang sebagai negarawan besar, yang pandai berpolitik, dan tahu bagaimana cara memanfaatkan sumber daya alam untuk kepentingan rakyat. 

2. Raja Saud bin Abdul Aziz  (1953 – 1964)
Raja kedua Arab Saudi ini lahir pada 1902 dan wafat pada 1969. Saud ditahbiskan sebagai Putra Mahkota pada 1933 dan memimpin kerajaan pada 1953 hingga 1964. 


Selama memerintah, Raja Saud mendirikan berbagai kementerian seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan. 
Anak tertua dari Ibn Saud ini dikenal sebagai raja yang suka menghambur-hamburkan uang. 

Saud juga memberikan anak-anaknya jabatan tinggi dalam pemerintahannya. Kebiasaan ini membuat sang raja digulingkan oleh keluarganya sendiri. Sang adik, Faisal bin Abdul Aziz, pun naik takhta menggantikan Saud. 

3. Raja Faisal bin Abdul Aziz (1964 – 1975)
Raja Faisal lahir di Riyadh pada 1906 dan wafat pada 1975. masa pemerintahannya dimulai pada 1964 dan berakhir ketika dia wafat. Sebelum menggantikan Saud, Faisal diangkat menjadi Menteri Luar Negeri oleh ayahnya, Abdul Aziz.  

Pemimpin inovator ini dikenal sebagai raja yang saleh dan amat memerhatikan kesejahteraan rakyatnya. Faisal menjunjung tinggi program penghapusan perbudakan. Bahkan, dia membeli seluruh budak di Arab dengan uang pribadinya hingga tak ada satu pun budak di negara itu. 

4. Raja Khalid bin Abdul Aziz (1975 – 1982)
Raja yang memerintah pada 1975 hingga 1982 ini naik takhta ketika Raja Faisal wafat. Khalid sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Hijaz pada 1932 dan ditunjuk menjadi Menteri Dalam Negeri pada 1934.  

Raja Khalid banyak membuat kebijakan dalam pemerintahannya baik itu kebijakan dalam ataupun luar negeri. Pada 1982, Khalid berhasil memperbaharui persenjataan kerajaan dengan mendatangkan 16 pesawat tempur dari Amerika. Khalid wafat pada 1982 karena serangan jantung. 

5. Raja Fahd bin Abdul Aziz (1982 – 2005)
Raja Kelima Arab Saudi ini dilantik menjadi Menteri Pendidikan pada 1953. Kemudian pada 1962, dia menduduki jabatan Menteri Dalam Negeri. Fahd naik takhta setelah Raja Khalid wafat pada Juni 1982.  

Fahd berkontribusi besar dalam bidang diplomasi internasional Kerajaan Arab Saudi. Kerja kerasnya mampu membuat perekonomian Arab Saudi berkembang pesat.  Pria yang lahir di Riyadh pada 1921 ini wafat pada 1995 karena terserang stroke. 

6. Raja Abdullah bin Abdul Aziz (2005-2015)
Raha Abdullah lahir di Riyadh pada 1924. Abdullah naik menjadi Raja pada 2005 setelah sebelumnya menjabat sebagai Perdana Menteri. Pemimpin yang dikenal murah hati tersebut sudah memiliki banyak pengalaman dan memberikan pengaruh besar pada kerajaan ketika masih menjadi Putera Mahkota di masa Raja Fahd. 
Sejak 1995, Abdullah sudah mewakili peran Raja Fahd yang terserang stroke. Pada masa pemerintahannya Raja Abdullah banyak membuat kebijakan yang menjadikan Arab Saudi disegani di kancah Internasional hingga saat ini. Raja Abdullah wafat pada Jumat 23 Januari 2015. 

7. Raja Salman bin Abdul Aziz (2015-sekarang)
Raja yang lahir pada 1935 ini sebelumnya berhasil mengubah wajah Riyadh. Kota yang awalnya hanya memiliki 200 ribu penduduk kini menjelma menjadi kota kosmopolitan dengan lebih dari 7 juta penduduk dan menjadi rumah bagi puluhan perguruan tinggi berkualitas tinggi.  

Raja ketujuh Arab Saudi ini dikenal sebagai sosok yang memiliki semangat besar dalam reformasi dan perubahan sosial untuk negaranya. Salman pertama kali diangkat menjadi gubernur ketika usianya baru 19 tahun. Raja Salman sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan banyak berkontribusi untuk negaranya di masa Raja Abdullah.  

Silsilah Kerajaan Arab Saudi 
Sejarah Arab Saudi
- Kerajaan Saudi bermula saat Muhammad bin Saud pada 1744 M membangun dinasti Saud di daerah Diriyah (pinggiran kota Riyadh). 
- Pada 1824 M kekuasaan dinasti Saud di Riyadh diambil alih oleh Dinasti Rashidi. Periode ini berlangsung hingga 1891 M.
- Pada 1902 M, Abdul Aziz (ibnu Saud) berhasil mengembalikan kejayaan Dinasti Saud dengan merebut kembali kota Riyadh. Secara agresif, Abdul Aziz melakukan ekspansi daerah kekuasaannya. Hanya dalam waktu dua tahun, Abdul Aziz berhasil menguasai separuh dari Nejd.
- Setelah mengalami banyak peperangan, termasuk salah satunya dengan Turki Utsmani pada 1904, Abdul Aziz berhasil menguasai sebagian besar Jazirah Arab. 
- Pada 1932 Abdul Aziz menamakan tanah gabungan Hijaz dan Nejd sebagai Arab Saudi
- Penyatuan dua wilayah ini merupakan dimulainya fase baru sejarah Arab modern.
- Setelah minyak bumi ditemukan di Arab Saudi pada 1938, Abdul Aziz memberikan izin bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dan sekutunya untuk melakukan eksplorasi minyak di wilayah itu.
- Sejak eksplorasi minyak itulah, Arab Saudi tumbuh dan berkembang menjadi negara kaya. 

Kekayaan Keluarga Kerajaan Arab Saudi
- Berdasarkan  Forbes di 2015, total kekayaan keluarga Kerajaan Arab Saudi mencapai USD1,4 triliun atau sekitar Rp18.620 triliun (kurs Rp13.300/USD).

- Raja Arab Saudi sekarang Raja Salman mempunyai harta USD17 miliar atau sekitar Rp226 triliun
- Dari sekitar 15.000 anggota keluarga kerajaan, hanya sekitar 2.000 orang yang termasuk super kaya dan dipercaya mengelola kekayaan keluarga.

- Orang paling kaya di Kerajaan Arab Saudi adalah Pangeran Al-Waleed bin Talal dengan harta USD28 miliar (Rp372 triliun)

Sisi Lain Raja Arab Saudi

1. Raja Abdul Azis
Raja Abdul Azis menjadi penguasa pertama Arab Saudi dan tidak lepas dari kontroversi. Raja Abdul Aziz mempunyai 20 istri. Para istrinya hampir semua dikenalkan pada publik, hanya istri terakhir disembunyikan. Para pendampingnya tersebar di seluruh wilayah Saudi. 

Abdul Azis juga mempunyai 45 anak bahkan lebih. Meski demikian, dia diingat sebagai lelaki mencintai seluruh istri dan anak-anaknya. Abdul Azis bahkan telah membagikan warisan dengan baik dicatat oleh ajudan keluarga kerajaan hingga turun temurun.

2. Raja Saud
Raja Saud anak laki-laki kedua dari istri pertama Raja Abdul Azis. Dia memerintah pada 1953-1965. Saud dikenal sebagai si tangan besi. Paling kontroversial dari Saud yakni perseteruannya dengan Raja Faisal, adiknya, dari istri kedua sang ayah. 

Perang Saud dan Faisal menjadi-jadi sebab perebutan kekuasaan. Konflik kakak beradik itu berakhir dengan memburuknya kondisi kesehatan Saud. Lelaki ini juga mengalahkan rekor bapaknya dengan mempunyai 115 anak.

3. Raja Faisal
Raja Faisal tercatat sebagai raja paling lurus. Dia menjalankan dan menegakkan syariah Islam sesuai dengan ajaran kakeknya Abdullah bin Syeikh Abdul Al Latif. Dia hanya menikahi empat perempuan, tidak seperti ayah dan kakaknya. Dia juga membangun hubungan dengan negara Islam konservatif lain seperti Iran dan Palestina. 

Saat dirinya memerintah, dia membebaskan banyak budak untuk dijadikan pekerja di pemerintahan. Dia menjalin pertemanan dengan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy

4. Raja Khalid
Raja Khalid anak kelima dari Raja Abdul Aziz. Ibunya bernama Al Jawhara bin Musaid. Dibandingkan dengan raja sebelumnya, Khalid bukan termasuk yang diperhitungkan. Pengangkatannya menjadi pimpinan tertinggi Saudi diklaim sebagai kecelakaan. 

Meski terpilihnya Khalid sebab kemurahan para majelis pemerintahan, tapi dia menjadi satu-satunya raja Arab punya banyak kawan di berbagai negara dunia. Dia membantu dalam revolusi Iran dan menjadi sahabat karib almarhum Presiden Suriah Hafiz Assad.

5. Raja Fahd
Raja Fahd menjadi raja pertama kali yang memulai membuka hubungan diplomatik secara dekat dengan Amerika Serikat. Meski demikian, dia pendukung berat Palestina dan malah benci kesumat dengan sekutu Amerika, Israel. 

Sikap politik Raja Fahd susah ditebak. Dia termasuk pimpinan semaunya. Dia termasuk raja yang doyan hura-hura dan main judi di kasino ternama seluruh dunia, termasuk di Las Vegas. Dia suka belanja barang-barang mewah dan punya jet pribadi senilai Rp 1,4 triliun.

6. Raja Abdullah
Raja Abdullah termasuk pemimpin yang sudah demikian modern. Gerak geriknya tak tersentuh media kecuali dia memang ingin menampakkannya. Di tengah negara yang demikian relijius, Raja Abdullah mengizinkan pendirian pabrik viagra terbesar di Arab Saudi. 

Otoritas Investasi Umum Arab Saudi (SAGIA), meneken perjanjian dengan pabrik biofarmasi Pfeizer untuk membangun pabrik bisa memproduksi 1 miliar Viagra saban tahun. Pabrik itu juga akan mengekspor Viagra ke negara-negara lain di Timur Tengah. Raja Abdullah punya belasan istri dan belasan anak,” demikian Sindonews.(tb)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply