Tuduhan Aksi Mata-mata Turki Swiss Gelar Penyelidikan

BINTANGNEWS.com –  Jaksa Swiss tengah melakukan penyelidikan terhadap tuduhan aksi mata-mata yang dilakukan oleh warga Turki yang tinggal di negara itu. Jaksa federal Swiss mengaku telah mendapatkan indikasi konkrit aksi spionase politik Turki, namun menolak mengungkapkan siapa targetnya.

Pernyataan ini muncul sehari setelah menteri luar negeri Swiss mengatakan kepada koleganya asal Turki jika pihak berwenang akan menyelidiki kegiatan intelijen ilegal.
Baru-baru ini, anggota dari majelis tinggi parlemen Swiss mengajukan gugatan menuduh dua organisasi Turki memata-matai warga Turki dan warga negara ganda yang tinggal di Swiss. Ia pun meminta dilakukannya penyelidkian seperti dikutip dari BBC, Sabtu (25/3/2017).

Pada hari Jumat, kantor Jaksa Agung membenarkan pihaknya telah membuka penyelidikan pada 16 Maret. "Penyelidikan itu berdasarkan kesadaran atas kecurigaan yang konkrit atas spionase politik yang melibatkan komunitas Turki di Swiss," kata kantor Jaksa Agung Swiss dalam sebuah pernyataan.

Turki akan mengadakan referendum kontroversial bulan depan. Referendum akan memberikan Presiden Recep Tayyip Erdogan kekuatan baru. Namun untuk mendapatkannya, ia perlu memenangkan suara dari warga Turki baik di dalam negeri dan lebih dari empat juta yang berada di luar negeri.

Tapi upaya untuk aksi unjuk rasa yang mendukung referendum telah di blokir di sejumlah negara Eropa. Aksi yang mengarah kekericuhan terjadi di Jerman dan Belanda, serta Uni Eropa yang lebih luas.

Swiss sendiri menjadi rumah bagi lebih dari 70 ribu warga Turki dan telah mencoba untuk tetap netral. Namun media lokal melaporkan warga Turki yang bersikap kritis tehadap pemerintah Erdogan sedang dimata-matai selama kuliah di Universitas Zurich awal bulan ini." demikian Sindonews.(win)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply