Artis yang 'Menyingkap Tabir' Kerahasiaan di Industri Porno

BINTANGNEWS.com – Aktris Rashida Jones mengatakan bahwa lewat seri di Netflix, Hot Girls Wanted: Turned On, ia ingin menyingkap tabir kerahasiaan di industri porno.
Bintang Hollywood tersebut mengatakan bahwa dia ingin mengungkap hubungan online orang-orang tapi menegaskan bahwa karyanya bukanlah hal yang pelik.
"Niatnya bukan untuk menyajikan cerita manipulatif yang miring atau mencegah orang memasuki industri porno," katanya.
"Niatnya adalah mengangkat tabir, menarik tirai industri ini, yang tumbuh subur dari kerahasiaan."
Dokumenter enam bagian ini merupakan langkah lanjut dari dokumenter Rashida Jones pada tahun 2015, Hot Girls Wanted.
Karyanya menceritakan enam kisah orang-orang yang kehidupan pribadinya terpengaruh oleh ledakan internet dan kemudian memiliki masalah ihwal keintiman atau keterkucilan.
Seri itu juga melihat bagaimana remaja memiliki kepribadian berbeda secara online dibanding dalam kehidupan pribadi mereka.
Tapi dokumenter ini tak disambut baik di kalangan industri porno AS.
"Saya pikir ada baiknya melakukan sesuatu yang mengakibatkan terjadinya gelombang, karena itu berarti orang berbicara. Terutama dengan masalah ini: banyak hal yang harus dibicarakan tapi begitu sedikit percakapan nyata yang terjadi.
"Kita mendapat banyak dorongan dari industri dan dari luar industri ini dan saya pikir kita ingin menjawab pertanyaan, 'Bagaimana cerita-cerita lain yang terjadi di sekitar dan berurusan dengan pornografi, teknologi, seks, dan keintiman?'
"Begitu banyak hal lain yang perlu dibicarakan, kami tidak ingin berhenti di situ."
"Kami merangkul semua yang kritis terhadap proyek kami dan mengajak mereka apabila ingin terlibat dalam serial ini. Tidak ada yang menanggapi."
Rashida Jones adalah putri produser musik Quincy Jones dan aktris Peggy Lipton dan telah membintangi film-film seperti The Social Network dan The Muppets dan juga The Office versi Amerika.
Perempuan berusia 41 tahun itu mengatakan bahwa gambar-gambar seksual dalam budaya pop sekarang ada di mana-mana tapi dia masih terkejut tentang bagaimana kaum muda menampilkan kepribadian seksual yang berbeda di dunia dalam jaraingan (daring, online).
Rashida Jones juga mengatakan bahwa aplikasi kencan seperti Tinder telah mengubah sikap terhadap hubungan asmara, membuat orang merasa lebih berjarak dari orang-orang yang seharusnya dekat.
"Saya pikir ada benarnya bahwa karena itu orang mencari apa yang mereka tidak dapatkan," katanya.
"Lebih mudah untuk menutupi gairah kita dan menjadi egois, untuk mempedaya orang, memperlakukan orang dengan tidak hormat karena Anda tidak merasa terkait dengan perasaan mereka dan tidak merasa bertanggung jawab atas hasil kencan atau hubungan kita.
"(Saya juga) merasa seperti generasi milenial yang sangat nyaman dalam merangkul kepribadian ini, terutama kalangan remaja perempuan di industri seks daring.
"Untuk remaja perempuan yang terlibat dalam industri seks melalui webcam, mereka bisa memutuskan siapa mereka di sana dan tidak perlu ada hubungannya dengan siapa mereka sebenarnya dalam kehidupan biasa. Saya tak henti-hentinya terpesona dengan hal itu,” demikian.(bbc/bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply