Hamas Gantung Tiga Orang Palestina Dituduh Kolaborasi dengan Israel

BINTANGNEWS.com –  Gerakan militan Palestina, Hamas, menggantung mati tiga pria di Gaza karena dituduh bekerja sama dengan Israel.
Kementerian Dalam Negeri Hamas mengatakan tiga pria yang berusia 32,42 dan 55 tahun, dinyatakan bersalah melakukan pengkhiatan dan melakukan mata-mata untuk pihak-pihak asing.
Ditambahkan mereka juga memberikan informasi yang kemudian dapat membantu Israel melacak dan membunuh warga Palestina yang menjadi incaran Israel, termasuk para pemimpin Hamas.
Ketiga pria dirantai dan diberi penutup kepala ketika mereka digantung di lapangan kantor polisi di Gaza pada Kamis (06/04).
Faksi Hamas, yang menguasai wilayah Jalur Gaza, baru-baru ini berjanji akan menindak tegas orang-orang yang dicurigai sebagai kaki tangan.
Langkah tersebut ditempuh menyusul pembunuhan salah satu pucuk pimpinan Hamas, Mazen Faqha. Hamas yakin Faqha dibunuh oleh agen-agen Israel.

Dikecam

Bagaimanapun Hamas mengatakan ketiga warga yang baru saja digantung mati tidak berkaitan dengan pembunuhan Faqha, tetapi terkait dengan aksi-aksi lain yang mereka lakukan.
Tindakan Hamas ini mendapat kecaman. Deputi direktur Pusat Hak Asasi Manusia Palestina, Hamdi Shuqqura, mengatakan hukuman mati itu tidak pantas diterapkan sebagai balasan atas kejahatan yang dituduhkan kepada tiga warga.
"Kita memegang posisi historis dan jelas tentang masalah eksekusi bahwa bentuk hukuman ini harus dihapus. Hukuman ini tidak menimbulkan efek jera terhadap tindak kejahatan," tegas Shuqqura.
Menurutnya, belakangan pelaksanaan hukuman mati semakin sering dilakukan tanpa otorisasi penuh.
Berdasarkan undang-undang yang berlaku di Palestina, pelaksanaan hukuman mati harus disetujui oleh presiden. Namun selama beberapa tahun terakhir, eksekusi dijalankan tanpa persetujuan presiden.
Organisasi HAM Human Rights Watch (HRW) juga mengecam pelaksanaan hukum gantung.
"Hukuman mati adalah praktik barbarik," demikian pernyataan HRW.
"Eksekusi yang patut dicela, yang dilaksanakan oleh otorita Hamas terhadap tiga laki-laki di Gaza yang dianggap sebagai kaki tangan, mencerminkan kelemahan, bukan kekuatan," kata HRW sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP.(bbc/win)
Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com


Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply