Iran: Serangan AS Terhadap Suriah 'Sangat Berbahaya' Hanya Untungkan Teroris

BINTANGNEWS.com – Presiden Iran Hassan Rouhani telah memperingatkan bahwa serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Suriah sebuahi ancaman pada pejabat Barat Amerika dan lainnya, bisa mendorong wilayah tersebut ke dalam situasi "sangat berbahaya".

Rouhani mengatakan pada konferensi pers di Teheran, hari Senin bahwa serangan rudal AS terhadap pangkalan udara Suriah pekan lalu adalah “pada dasarnya salah” bahkan yang "diuntungkan justru malah terorisme."
"Sebuah mengulang tindakan seperti itu bisa sangat berbahaya bagi wilayah tersebut," katanya tomahawking AS dari Shayrat lapangan udara dekat kota Suriah Homs pada hari Jumat.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan negaranya siap untuk memukul Suriah lagi. Pada hari Minggu, Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson memperingatkan bahwa AS bisa menyerang Suriah lagi.

"Amerika melakukan ini meski hanya sekali, tetapi akan ada waktu berikutnya bakal ada jawaban?. Rusia telah mengatakan bahwa konfrontasi itu hanya beberapa inci. Mereka adalah benar, jika rudal telah menghantam beberapa ratus meter lebih tinggi atau lebih rendah, itu bisa menyebabkan konfrontasi besar," kata Rouhani.

Presiden Iran mengadakan, pembicaraan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Minggu, dimana mereka mengatakan tindakan AS agresif terhadap Suriah tidak diperbolehkan dan melanggar hukum internasional.

Mereka juga menyerukan penyelidikan obyektif dalam insiden yang melibatkan senjata kimia di Suriah Idlib, yang dikutip AS sebagai alasan untuk menyerang lapangan terbang.

Fact-finding mission 
Rouhani said he proposed to Putin and Syrian President Bashar Assad that a fact-finding committee be formed to visit the alleged chemical attack site.

"If a neutral fact-finding committee goes to the region and scientifically examines the issue, everything will be clarified," he said, adding in their conversation, Putin stressed that finding about all aspects of the incident was quite easy.  

“What if this committee goes there and finds out this has been done by the terrorists? What will the Americans' answer be then?” Rouhani asked. 

“What will become of Syria and the region’s situation if the terrorists realize that whenever they release some gas somewhere, America will practically back them?” he added. 

Washington has accused the Syrian government of being behind the alleged gas attack even though it has not produced any evidence  in the face of categorical denials by Damascus. 

Para pejabat militer AS mengatakan sekitar 60 rudal Tomahawk ditembakkan dari kapal perang dikerahkan ke Mediterania di lapangan udara Shayrat dalam menanggapi dugaan serangan kimia. "Pertama, orang Amerika melakukan serangan ini di bawah dalih yang tidak diverifikasi atau yang jelas. 
Beberapa gas kimia telah dirilis di Khan Shaykhun dan beberapa orang telah tewas atau terluka. Bagaimana itu datang, apa itu dan bagaimana itu kata Rouhani. “Pemerintah Suriah dan orang-orang harus menanggapi serangan ini di medan perang dan menangani pukulan teroris untuk menunjukkan pada Amerika bahwa tindakan tersebut adalah sia-sia," kata presiden Iran. 

Rouhani mengatakan tindakan AS di Suriah bertentangan dengan hukum internasional, logika, dan kepentingan negara-negara lain, menambahkan negara-negara yang menghibur Washington "melakukannya karena mereka ingin teroris untuk mendapatkan didukungan."

Need for reforms
The Iranian president said a solution to the Syria crisis should come out of the ballot boxes, while the Syrian government has to carry out some reforms. 

“Iran's view from the very beginning was that the only solution to the Syrian problem is the ballot box. However, it is necessary that some reforms are also done in the Syrian government," he said.*** 
Continue to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Source: Thejakartapost.com 

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply