Israel Tuduh Rezim Suriah Biang Serangan Kimia Putin Marah Besar

BINTANGNEWS.com –  Vladimir Putin Presiden Rusia tak terima Israel menuduh rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad sebagai biang atau pelaku serangan senjata kimia di Idlib yang menewaskan 72 orang termasuk 11 bocah. Putin bahkan menegur Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak membuat tuduhan tak berdasar.
Kremlin dalam sebuah pernyataan mengatakan, Putin dan Netanyahu melalui saluran telepon menekankan pentingnya meningkatkan upaya internasional untuk mengatasi terorisme.

“Kedua belah pihak menyatakan siap untuk memperluas (kerja sama) untuk kepentingan yang menjamin stabilitas dan keamanan di Timur Tengah dan terutama di Suriah,” bunyi pernyataan Kremlin.

“Secara khusus, Putin menegaskan bahwa dia tidak dapat menerima (Israel) membuat tuduhan tidak berdasar terhadap siapa pun tanpa melakukan penyelidikan rinci dan berbobot,” lanjut Kremlin.

Teguran Putin ini muncul setelah Netanyahu berkomentar keras soal serangan senjata kimia di Khan Sheikhoun, Idlib, Suriah, Selasa lalu. “Tidak ada, tidak ada, tidak ada alasan apapun untuk serangan yang disengaja terhadap warga sipil dan anak-anak, terutama dengan senjata kimia yang kejam dan dilarang,” tegasnya.

“(Saya) mendesak masyarakat internasional untuk memenuhi kewajibannya soal (resolusi) 2013 untuk sepenuhnya melenyapkan senjata mengerikan ini dari Suriah,” lanjut Netanyahu, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (7/4/2017).

AS dan sekutunya, termasuk Inggris dan Prancis telah menyalahkan pemerintah Suriah sebagai pelaku serangan senjata kimia.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengatakan kepada surat kabar Yedioth Ahronoth, bahwa dia yakin pasukan rezim Suriah berada di balik serangan senjata kimia di Idlib.

”Dua serangan senjata kimia pembunuh warga sipil di wilayah Idlib di Suriah dan di rumah sakit setempat dilakukan atas perintah langsung dan direncanakan Presiden Suriah Bashar al-Assad, dengan pesawat Suriah. Saya mengatakan ini dengan 100 persen kepastian,” ucap Lieberman.

Lieberman mengkritik masyarakat internasional karena memiliki reaksi nol atas insiden mengerikan itu. ”Dunia perlu mengambil tanggung jawab dan, bukan hanya berbicara, perlu melakukan sesuatu,” ujarnya.

Namun, ketika ditanya apakah Rusia terlibat dalam serangan senjata kimia di Idlib mengingat Moskow sekutu utama Damaskus, Liberman menjawab; “Kami tidak tahu”.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan militer Suriah melakukan serangan udara di Khan Sheikhoun pada 4 April dan menghantam fasilitas produksi di mana para teroris menyimpan bahan kimia yang sebelumnya digunakan di Irak dan di Kota Aleppo, Suriah,” demikian Sindonews.(win)


Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter @bintangnews.com

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply