Rusia: AS Ancaman yang Membahayakan Keamanan Regional dan Global

BINTANGNEWS.com – Rusia mengatakan bahwa AS "bermain game terorisme" dan membahayakan keamanan regional dan global. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov membuat pernyataan pada hari Sabtu selama percakapan telepon dengan mitranya dari AS Rex Tillerson.

"Sebuah serangan pada negara yang sedang perkelahian melawan terorisme hanya memainkan tangan ekstremis, menciptakan ancaman tambahan untuk keamanan regional dan global," katanya menurut sebuah pernyataan yang dirilis oleh kementerian luar negeri Rusia.


On Friday, US President Donald Trump ordered a military attack on a Syrian airbase in Homs province just a day after he accused President Bashar al-Assad for last week’s suspected chemical weapons attack, which killed at least 70 people in the town of Khan Shaykhun in the Idlib province.

During the conversation, which was the first between high ranking US and Russia officials since the airbase attack, Lavrov also reiterate his country’s position that accusations that the Syrian government had attacked Khan Sheikhun last week "are not in line with reality.”

Tillerson dijadwalkan tiba di Rusia pada Selasa selama dua hari pembicaraan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova telah mencatat bahwa Moskow mengharapkan "penjelasan" atas serangan pangkalan udara Suriah.

pangkalan udara Suriah terus operasi Sementara itu, 

Gubernur Homs telah mengkonfirmasi bahwa pangkalan udara yang ditargetkan dalam serangan AS beroperasi lagi. "Bandara ini beroperasi sebagai tahap pertama," kata Talal Barazi. "Pesawat telah mengambil off dari tempat itu.

"Trump menyarankan di Twitter bahwa landasan pacu itu sendiri tidak menjadi sasaran serangan rudal. "Alasan itu fasilitas umum kami tidak memukul landasan pacu agar mereka mudah dan murah untuk cepat memperbaiki (isi dan atas) !,” katanya melalui twitter. 

Korea Utara Kecam Serangan pangkalan AS Suriah Juga pada Sabtu, 

Korea Utara mengatakan bahwa serangan rudal AS terhadap lapangan terbang Suriah adalah "tindakan tak termaafkan agresi" yang membuktikan bahwa keputusannya untuk mengembangkan senjata nuklir adalah "pilihan yang tepat satu juta kali lebih tepat."

 "Serangan rudal AS terhadap Suriah adalah tindakan yang jelas dan tak termaafkan agresi terhadap negara yang berdaulat dan kami sangat mengutuk ini," KCNA mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan Kepada Media.

"The reality of today proves our decision to strengthen our military power to stand against force with force was the right choice a million times over,” he added.

Pyongyang sejauh ini telah melakukan lima tes nuklir dikonfirmasi dan berbagai peluncuran rudal. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Eropa (UE) telah memberlakukan berbagai sanksi berat kepada Korea Utara atas rudal dan program nuklir. Pyongyang mengatakan program yang dimaksudkan untuk menjamin keamanan terhadap potensi agresi militer AS.

Bulan lalu, Pyongyang menembakkan rudal ke laut lepas pantai timur Semenanjung Korea Donald Trump hosting dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Mar-a-Lago, Trump di Florida mundur. Sementara Militer Korut juga menembakkan empat rudal balistik ke laut di dekat wilayah Jepang awal bulan ini.***
Continue to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Source: PressTV.com 

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply